Suka-Duka Pengumpul Sampah, Dibayar Rp30 Ribu Per Bulan


Penulis: Haufan Hasyim Salengke - 24 October 2018, 20:10 WIB
MI/Haufan
MI/Haufan

SINAR matahari masih nyaman menerpa kulit saat Harun sibuk mondar-modir dari satu rumah ke rumah warga yang lain.

Ia mengais sampah-sampah di depan rumah warga untuk diangkut memakai gerobak motor (germor). Sebelum pukul 10.00 WIB, dia sudah kelar dengan pekerjaannya yang ia lakoni lebih 30 tahun.

Saban hari ia bekerja mengumpulkan sampah-sampah warga di sekitaran Jl Rambutan atau RT 14 Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Limbah rumah tangga itu lalu ia angkut ke tempat pembuangan sampah (TPS) transit di Jl Raya Lenteng Agung.

Sebagai pengumpul sampah mandiri, dia menerima bayaran Rp30.000 hingga Rp40.000 per bulan dari setiap warga yang memakai jasanya.

"Bayarannya tergantung kebijaksanaan warga. Cukup buat makanlah, tapi kalau ngandelin lebihnya tidak bisa," ujar Harun saat ditemui di TPS transit Jl Raya Lenteng Agung, Rabu (24/10).

Untuk melakoni pekerjaan itu, Harun membeli germor seharga Rp32 juta dengan cara dicicil. Bak sampah motor roda tiga itu, menurutnya mampu memuat 3 kwintal sampah.

Tak jauh dari tempat Harun melepas penat, Ade, petugas PPSU Kelurahan Ciganjur, Jagakarsa, baru saja selesai bongkar muat sampah dari germor ke truk sampah.

Ia mengatakan, ada delapan personel PPSU di kelurahannya yang bertugas mengumpulkan dan mengangkut sampah ke TPS transit. Mereka dibagi dalam dua shift, siang dan malam.

"Sampah sapuan PPSU sudah pasti tugas kita. Namun sampah liar yang dibuang warga di pinggiran jalan juga terpaksa kita ambil, kalau nggak kita yang kena," tandas pria yang sudah tiga tahun mejalani pekerjaan itu.

Menurutnya, TPS transit Lenteng Agung, yang terletak persis di pinggir rel kereta di seberang Kampus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP), menampung sampah dari Kelurahan Ciganjur, Jagakarsa, Lenteng Agung, Cipedak, Srengseng Sawah, dan Tanjung Barat.

Pantauan Media Indonesia, tidak ada penumpukan sampah di TPS tersebut karena sampah langsung masuk ke mobil truk sampah.

Ada lima truk sampah yang berjejer menunggu muatan. "Muatan per truk sampah bisa 10 ton, berarti ada 50 ton sampah per hari yang masuk ke sini," Harun menambahkan.

Setidaknya ada dua TPS transit utama di Kecamatan Jagakarsa. Satu lagi berada di Kampung Kandang, persisnya di Jl M Kahfi 1 dekat area pekuburan.

Menurut Anwar, yang bekerja memuat sampah ke truk di TPS Kampung Kandang, setiap hari ada dua truk sampah yang mengangkut sampah dari tempat itu ke TPST Bantar Gebang. (X-11)

BERITA TERKAIT