Aritmia, Denyut Jantung tidak Teratur


Penulis:  (RO/H-2) - 24 October 2018, 09:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PERNAHKAH Anda merasa pusing dengan debaran atau dentuman di dada, atau denyut jantung yang cepat dan tidak teratur? Jika iya, sebaiknya periksakan ke dokter. Siapa tahu itu gejala aritmia.

"Aritmia adalah penamaan yang menunjukkan adanya kelainan irama jantung," ujar dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Eka Hospital Pekanbaru, dr Haryadi SpJP(K).

Ia menjelaskan, ada beberapa jenis kelainan irama jantung, misalnya kelainan irama jantung yang berdebar cepat di atas normal yang disebut taki aritmia, serta yang lambat yang disebut bradi aritmia.

Aritmia, lanjutnya, bisa merupakan suatu kelainan bawaan. Namun, dapat juga disebabkan infeksi jantung, penyakit jantung struktural, penyakit jantung koroner, atau penyebab lainnya, yang kemudian menghasilkan komplikasi kelainan irama jantung.

Faktor risiko terjadinya aritmia, yakni adanya substrat dan adanya trigger (pencetus). Salah satu contoh pencetus aritmia ialah ketidakseimbangan elektrolit atau ion. Adapun substratnya, yaitu kondisi jantung yang memang telah memiliki peregangan/pembesaran di bagian tertentu, ataupun bekas luka di posisi otot jantung tertentu.

"Dikarenakan adanya trigger, di daerah substrat tersebut terjadi perubahan mekanisme listrik di tingkat sel secara elektrofisiologis hingga memunculkan kelainan irama jantung," terang Haryadi.

Aritmia tidak bisa disepelekan karena berpotensi menimbulkan gangguan serius. Jika denyut jantung terlalu lambat, seseorang bisa merasa pusing, cepat lelah, hingga merasa mau pingsan. Adapun pada jenis aritmia atrial fibrilasi yang ditandari denyut jantung tidak teratur, risiko terjadinya stroke meningkat.

Diagnosis dan pengobatan

Oleh karena itu, Haryadi menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung jika kondisi jantung terasa tidak normal. Dokter akan mengidentifikasi jenis kelainan irama jantung yang terjadi melalui pemeriksaan EKG, holter, treadmill test, perekaman EKG jangka panjang, hingga studi elektrofisiologi.

"Dari diagnosis yang dihasilkan melalui rangkaian tes tersebut, akan dapat dipilih tindakan medis yang tepat," ujar Haryadi.

Untuk pengobatan, pada kelainan irama jantung yang lambat atau bradi aritmia, sebagian besar pasien dianjurkan untuk menggunakan alat pacu jantung. Kelainan irama jantung yang cepat atau taki aritmia, sebagian besar sudah dapat disembuhkan secara permanen dengan tindakan ablasi jantung.

"Pasien aritmia dapat sembuh secara total. Kelainan-kelainan irama jantung yang dulu dianggap dan memang terbukti sebagai suatu kelainan genetik sel, ternyata dapat disembuhkan dengan intervensi yang tepat," pungkas Haryadi.

BERITA TERKAIT