Olahraga, Unsur Penting Pencegah Osteoporosis


Penulis:  (*/H-2) - 24 October 2018, 09:00 WIB
THINKSTOCK
THINKSTOCK

RISET Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan 42% penduduk usia 10 tahun ke atas menjalankan perilaku sedentari (tidak bergerak aktif) selama 3-6 jam per hari. Selain itu, 1 dari 4 penduduk Indonesia melakukan sedentari lebih dari 6 jam per hari. Padahal, aktif bergerak merupakan elemen penting dalam mencegah osteoporosis (pengeroposan tulang).

Dokter spesialis kesehatan olahraga, dr Ade Tobing SpKO, menjelaskan osteoporosis ialah kondisi tulang yang menjadi tipis, rapuh, keropos, dan mudah patah akibat berkurangnya massa tulang dalam jangka waktu yang lama.

Latihan fisik atau olahraga yang dimulai sejak dini, lanjutnya, dapat secara efektif mencegah penyakit osteoporosis. Kurang olahraga akan menghambat proses pembentukan massa tulang sehingga mengakibatkan berkurangnya kepadatan massa tulang.

"Untuk mencegah osteoporosis, dianjurkan untuk melakukan latihan bersifat weight bearing exercise, yaitu latihan pembebanan khususnya pada area lumbal (tulang belakang), pangkal paha, dan pergelangan tangan," terangnya pada media briefing bertajuk Hidup Aktif Cegah Osteoporosis Mulai dari Saya yang digelar Kementerian Kesehatan di Jakarta, pekan lalu.

Agar hasilnya maksimal, sambung Ade, olahraga harus dilakukan dengan prinsip baik, benar, terukur, dan teratur (BBTT). Sebelum berolahraga, pastikan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan ukuran dan jenis olahraga, bila perlu menggunakan pelindung.

"Lakukan pemanasan atau peregangan, ditutup dengan pendinginan. Untuk mencapai hasil maksimal, lakukan olahraga secara rutin, yaitu 3-5 kali dalam seminggu," imbuh Pengurus Perhimpunan Osteoporosis Indonesia itu.

Selain olahraga, lanjut dia, pemenuhan kebutuhan kalsium dan vitamin D penting. "Vitamin D diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium dalam proses pembentukan tulang."

Pada kesempatan sama, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan Kartini Rustandi mengatakan pemerintah telah mencanangkan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

"Salah satu fokus Germas ialah rutin aktivitas fisik 30 menit setiap hari. Kementerian Kesehatan terus-menerus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya beraktivitas atau latihan fisik sebagai upaya pencegahan dini baik penyakit menular maupun tidak menular, termasuk osteoporosis," paparnya.

Ia menambahkan, osteoporosis dijuluki the silent epidemic disease karena menyerang secara diam-diam tanpa adanya tanda-tanda khusus hingga seseorang mengalami patah tulang.

"Osteoporosis secara negatif memengaruhi kondisi ekonomi dan sosial seseorang. Osteoporosis sangat berbahaya dan tidak bisa disembuhkan. Oleh karena itu sangat penting untuk mencegah osteoporosis sejak dini."

BERITA TERKAIT