Toyota Kijang Kebanggaan Indonesia yang Mendunia


Penulis: Ghani Nurcahyadi - 23 October 2018, 19:30 WIB
ANTARA FOTO/Risky Andrianto
ANTARA FOTO/Risky Andrianto

KEHADIRAN Toyota Kijang sejak 1977 senantiasa menjadi pilihan keluarga Indonesia dalam memenuhi kebutuhan mobilitas seluruh anggota keluarga. Sejak pertama kali mengaspal di Indonesia, lebih dari 1.750.000 unit Toyota Kijang terjual dan mewarnai jalanan Indonesia.

Kijang diproduksi di Pabrik Sunter 1 di kawasan Jakarta Utara milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) hingga 2004. Sejalan dengan bertambahnya antusias konsumen domestik serta dimulainya ekspor Kijang dalam jumlah besar, produksi dialihkan ke pabrik terintegrasi TMMIN, Karawang Plant 1 di Karawang Barat, hingga saat ini.

Toyota Indonesia pun terus berupaya meningkatkan kandungan lokal Kijang dari generasi ke generasi, yang berarti menambah jumlah pemasok lokal yang terlibat dalam produksi. Kandungan lokal mobil yang di awal kemunculannya terkenal dengan berbagai julukan seperti buaya, doyok, dan kapsul itu terus merangkak naik dari 19% pada Kijang generasi pertama menjadi 30% pada generasi kedua.

Keseriusan meningkatkan kandungan lokal itu juga dibarengi dengan penambahan rasio lokalisasi Kijang menjadi 40% pada generasi ketiga, lalu menjadi 53% dan 75% pada generasi keempat dan kelima, hingga generasi terkini di memiliki 85%.

Sementara jumlah pemasok lokal terus bertambah dari sebelumnya 8 perusahaan hingga menjadi 139 perusahaan. Hal ini juga berdampak pada semakin besarnya substitusi impor serta tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan produksi Kijang.

Kehadiran Toyota Kijang di Indonesia yang semula berawal dari rencana pemerintah mengembangkan Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana (KBNS) pada 1970-an itu, ternyata dilirik juga oleh negara lain, hingga akhirnya keran impor pun terbuka pada 1987.

Sebanyak lebih dari 50 unit Kijang Generasi 3 buatan anak bangsa dikapalkan pertama-kalinya ke pasar global antara lain ke Brunei Darussalam, Papua Nugini, dan beberapa negara di Kepulauan Pasifik seperti Fiji, Vanuatu, dan Solomon.

Saat itu, unit-unit Kijang diangkut menggunakan metode tradisional seperti jaring tali dan rantai untuk dinaikan ke kapal laut serta harus berbagi pelabuhan sandar di Tanjung Priok dengan komoditas ekspor-impor lain termasuk hewan ternak seperti sapi.

Ekspor Kijang dengan volume rata-rata 50 unit per bulan hingga 2013 meningkat signifikan ketika ekspor Kijang Generasi 5, atau dikenal dengan nama Kijang Innova, memberi peluang bagi Toyota Indonesia untuk memiliki akses yang lebih luas ke pasar manca negara.

Sekarang, 31 tahun sejak ekspor perdana, volume dan negara tujuan ekspor Kijang Innova melonjak hingga ke kisaran 1,400 unit per bulan ditujukan ke 29 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, Oseania, dan Timur Tengah.

Kijang Innova dikapalkan melalui terminal khusus kendaraan utuh di Pelabuhan Tanjung Priok yang dilengkapi dengan fasilitas fisik dan non-fisik modern guna menjamin kendali mutu Kijang Innova dan produk-produk ekspor lainnya. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT