Insyaallah Serban ini Membawa Berkah


Penulis: (Ant/X-7) - 21 October 2018, 08:55 WIB
ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A
ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A

SERBAN yang dihargai Rp125 juta itu kini milik Nasith Majidi, seorang pengunjung  di Konser Amal Nasyid dan Selawat serta Deklarasi UKM Halal, di Istora Senayan, Jakarta, kemarin.  

Nasith mendapatkan serban bersejarah milik calon wakil presiden (cawapres) KH Ma'Ruf Amin itu lewat lelang. Pada acara konser amal yang dimeriahkan oleh sejumlah kelompok nasyid dan selawat itu, panita pelaksana memang mengadakan lelang untuk menyumbang korban bencana alam di Lombok NTB, dan Palu-Donggala, Sulawesi Tengah.

"Saya ikhlas menerima serban dengan harga lelang Rp125 juta. Saya menyadari dana lelang itu untuk disumbangkan kepada korban bencana alam di NTB dan Sulteng. Ini untuk kemanusiaan," ujar Nasith sambil memegang serban dengan warna dasar abu-abu itu.

Lebih lanjut, Ma'ruf Amin mengisahkan serban bersejarahnya itu.

"Nilai sejarahnya karena selalu saya pakai pada kesempatan penting, misalnya, saat bertemu dengan presiden dan wakil presiden RI, dan ulama-ulama  besar, termasuk saat saya jadi saksi di pengadilan. Serban ini bertuah insyaallah dan saya doain khusus untuk serban ini insyaallah membawa berkah," jelasnya.   

Sementara itu, menurut panitia pelaksana Lukmanul Hakim dari Arus Baru Indonesia (Arbi), awalnya harga dibuka Rp30 juta. Setelah itu, sejumlah peserta yang hadir menawar dengan harga lebih tinggi. Harga penawaran beberapa kali bergerak naik, tapi panitia menutup lelang pada penawaran Rp125 juta.

Di dalam sambutannya, cawapres nomor urut 01 itu memberikan saran soal pembangunan ekonomi umat yang  bersinergi antarpara pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dan masyarakat.

Menurut mantan Ketua Harian Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu, ekonomi umat yang merupakan arus baru dari ekonomi kerakyatan ialah pembangunan ekonomi yang bersinergi antara pengusaha bermodal besar dan pengusaha bermodal kecil.

"Sinergi yang saling menguntungkan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi umat serta peningkatan kesejahteraan rakyat," tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ekonomi umat ialah pembangunan ekonomi yang bersinergi dan bukan sebaliknya yang saling menghantam. "Pembangunan ekonomi umat itu saling menyatukan bukan saling membenturkan atau saling melemahkan," ujarnya lagi.

Tanpa kemitraan antara pengusaha bermodal besar dan pengusaha bermodal kecil, lanjut Ma'ruf Amin, maka sangat sulit akan terbentuk pertumbuhan ekonomi yang merata.

"Karena itu,  Arbi bukan melakukan perubahan besar dan mendasar, bukan membangun fondasi ekonomi yang baru, tapi memberikan nilai tambah dan membuat proporsional sinergi di antara pengusaha sehingga memberikan manfaat lebih besar.  

Lukmanul Hakim yang juga Ketua Umum Arbi mengatakan sedikitnya 5.000 pengunjung datang menyaksikan rangkaian konser amal untuk NTB dan Sulteng tersebut. Acara dimulai sejak  pukul 09.00 WIB.

 

BERITA TERKAIT