Buronan Kasus Korupsi Rp1,3 Miliar Jadi Produk Tabur 31.1 Ke-176


Penulis: Micom - 20 October 2018, 18:40 WIB
Ist
Ist

SEOLAH tidak ada hari libur bagi insan Adhyaksa dalam menunaikan tugas dan tanggung jawabnya. Sabtu (20/10), Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuasin Sumatra Selatan bekerja sama dengan Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan kepolisian setempat berhasil mengamankan buronan perkara korupsi Baharudin Pasin.

"Terpidana merupakan produk program Tabur 31.1 ke 176,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mukri, di Jakarta.

Baharudin merupakan terpidana perkara korupsi pembangunan instalasi pengelolaan air bersih di kawasan Desa Sembawa Kabupaten Banyuasin Tahun Anggaran 2007-2008. Ia diringkus tanpa perlawanan di kediamannya di bilangan Bekasi Selatan sekitar pukul 07.05 pagi.

Pada 2014 lalu, Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara terhadap DPO asal Kejari Banyuasin tersebut. Ia juga diwajibkan membayar denda Rp200 juta.

Meski usianya belum genap setahun, Program Tangkap Buron (Tabur) 31.1 telah menuai banyak apresiasi. Pencapaian Program Tabur 31.1 menjadi bukti keseriusan Kejaksaan dalam menuntaskan penanganan perkara pidana umum maupun pidana khusus.

Tabur 31.1 merupakan salah satu program andalan Kejaksaan. Program yang digagas oleh Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) Jan S Maringka ini merupakan wujud komitmen Korps Adhyaksa dalam menuntaskan penanganan perkara pidana, di mana setiap Kejati diberikan tanggung jawab untuk menangkap satu buronan pelaku kejahatan setiap bulannya.

"Tim Tabur 31.1 terus bekerja keras sehingga tidak ada lagi tempat yang aman bagi buronan pelaku tindak pidana," ujar Mukri dalam menutup keterangannya. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT