KPAI Sebut Bisa Saja Ada Aktor Politik Video Pramuka Teriak Ganti Presiden


Penulis: Akmal Fauzi - 20 October 2018, 17:10 WIB
MI/Bary Fathahilah
MI/Bary Fathahilah

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) masih mencari aktor di balik video anak-anak berseragam Pramuka yang diduga dimobilisasi untuk meneriakkan yel-yel atau ucapan '2019 ganti presiden'. KPAI akan menyerahkan hasil investigasi itu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Ketua KPAI Susanto mengatakan aktor di balik video anak berseragam Pramuka itu tidak menutup kemungkinan berasal dari partai politik. KPAI menyayangkan adanya video tersebut apalagi bila benar ada eksploitasi anak dalam kegiatan kampanye politik.

“Kami masih dalami, siapa aktor yang membuat (video) itu. Siapa saja yang terlibat, apakah ini atas instruksi partai politik atau kelompok tertentu,” ujarnya di sela acara diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (20/10)

KPAI, kata Susanto, membutuhkan waktu maksimal sekitar dua minggu untuk menginvestigasi video tersebut. “Insya Allah dua minggu. Lebih cepat lebih baik,” ujarnya.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin membuat laporan pengaduan KPAI terkait viralnya video anak-anak berseragam Pramuka yang diduga dimobilisasi untuk melakukan yel-yel atau ucapan '2019 ganti presiden'.

Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan meminta KPAI segera merespons dan memberikan tanggapannya terhadap masalah ini. Hal itu agar peristiwa eksploitasi anak tidak lagi terjadi di masa kampanye.

“Jika ini terus terjadi, bisa membentuk pikiran anak-anak didik. ini bisa menciptakan bibit potensi radikal di anak didik kita. Anak-anak tidak boleh diracuni, dimasuki virus-virus jahat yang belum tentu kebenarannya," kata Irfan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (18/10). (A-2)

BERITA TERKAIT