Pedagang Kerak Telor Bingung Pilih Bazar Atau Festival Betawi


Penulis: Haufan Hasyim Salengke - 14 October 2018, 13:25 WIB
MI/Haufan Hasyim Salengke
MI/Haufan Hasyim Salengke

SABAN akhir pekan, Deni, 45, tak pernah berdiam di rumah. Pedagang kerak telor itu sibuk mengikuti kegiatan festival atau bazar bernuansa Betawi yang berlangsung di seantero Jakarta.

Akhir pekan ini Deni berjualan kerak telor pada acara Festival Betawi di Kelurahan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, selama Sabtu-Minggu (13-14/10).

Warga Betawi Duren Tiga itu mengaku festival atau bazar bertemakan seni dan budaya Betawi di Jakarta selalu ada setiap akhir pekan. Bahkan dua-tiga acara bernuansa sama di tempat berlainan bisa berlangsung dalam waktu yang bersamaan.

"Sekarang di Ciracas (Jakarta Timur) juga ada, nih, yang beginian juga," kata Deni saat ditemui di lokasi, Minggu (14/10).

"Saking banyaknya kita juga bingung milih mana yang kira-kira bagus (ramai)," sambungnya.

Sementara akhir pekan lalu, ia mengikuti bazar Betawi di Warakas, Jakarta Utara. Sedangkan pekan depan sudah memiliki jadwal untuk acara yang sama di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Pria yang sudah 25 tahun mengais rezeki dengan berdagang kerak telor mengaku saat ini festival atau bazar Betawi kian menggeliat. Ia melihat Pemprov DKI berpihak pada pengembangan seni dan budaya leluhur mereka yang terancam dilibas zaman.

Di sisi lain, semakin sering bazar dan festival Betawi diadakan membuat dapurnya semakin ngebul.

"Iya, ada aja, bang, walaupun tidak selalu gede," akunya.

Untuk mengikuti bazar, Deni mendaftarkan diri ke panitia penyelenggara. Di festival Kalibata, misalnya, ia membayar Rp200 ribu untuk mendapatkan tempat berdagang nontenda selama dua hari.

"Kalau yang jualan ada tendanya mereka bayar Rp1 juta," imbuhnya.

Deni hampir tidak pernah absen mengikuti event berskala besar seperti Jakarta Fair Kemayoran. Pada Jakarta Fair yang berlangsung 40 hari sejak 24 Mei hingga 1 Juli 2018 lalu, ia berjualan kerak telor dengan menyewa stan seharga Rp15 juta.

"(Modal) Balik, sih. Alhamdulillah bisa kumpulin (omzet) Rp25an juta," tandasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT