Kemarau, Harga Gabah Petani Tuban Laku Rp5.200 per Kg


Penulis: M Yakub - 14 October 2018, 14:00 WIB
ANTARA FOTO/Yusran Uccang
ANTARA FOTO/Yusran Uccang

PETANI di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim), masih menikmati harga tinggi untuk hasil panen mereka. Pasalnya, Gabah Kering Panen (GKP) milik petani masih laku dijual kisaran Rp5.200 per kg. Ini karena gabah petani setempat masih menjadi rebutan para tengkulak dari sejumlah daerah. Terlebih, saat ini, sedang memasuki masa paceklik yang mengakibatkan beberapa daerah mengalami kekeringan.

"Kami bersyukur harga gabah masih tinggi," terang Karsono, petani di Kecamatan Plumpang, kepada Media Indonesia, Minggu (14/10) pagi.

Dikatakannya, musim panen raya di sekitar kecamatannya baru akan berlangsung sekitar dua pekan mendatang. Namun, sebagian padi milik petani sudah mulai dipanen. Terutama, yang masa tanammnya lebih awal. Dengan demikian, harga gabah makin membaik.

"Gabah yang masih basah dari sawah sekarang Rp5.200 per kg. Ini bagus, menguntungkan kita," terangnya.

Tingginya harga GKP, kata dia, karena sebagian besar daerah lainnya dalam masa paceklik akibat kekeringan.

Dikatakannya, di Kabupaten Tuban, juga hanya beberapa kecamatan yang bisa tanam padi pada musim kemarau panjang seperti sekarang. Terutama, sepanjang kawasan sungai Bengawan Solo.

Yakni, di Kecamatan Plumpang, Widang, Rengel dan Soko. Hal ini karena adanya cukup pengairan. Senada disampiakan Mukit, petani di Kecamatan Widang. Menurut dia, sekitar sepekan lalu beberapa desa di kecamatannya mulai memasuki masa panen padi.

Ia menjelaskan, sebagian panen padi petani setempat kualitasnya bagus karena adanya pengairan yang cukup dari Bengawan Solo.

"Iya, kualitas gabah bagus, kami bersyukur," jelasnya.

Gabah hasil panen, lanjut dia, juga menjadi rebutan tengkulak sejumlah daerah. Karena, secara umum berbagai sedang mengalami masa kekeringan hingga paceklik pangan. Dengan demikian, banyak pedangang yang berani membeli borongan pada saat padi menjelang panen.

Menurutnya, gabah hasil panen milik petani pada musim ini tergolong mahal dibanding musim tanam tahun sebelumnya. Sebab, harga gabah milik petani dibeli dengan harga kisaran Rp4.600 hingga Rp5.2 00 per kg. Sedangkan, pada musim panen pada penghujan tahun lalu, GKP hanya berkisar Rp3.500 per kg.

Selain itu, pada panen petani musim penghujan produksi gabah per hektarenya berkisar antara 7- 9 ton per hektarenya. Sedangkan, pada musim ini bisa mencapai 9,5 - 11 ton per hektare.Tingginya harga GKP ini karena yang membeli tengkulak dari berbagai daerah. Dan yang paling banyak berasal dari daerah Jawa Tengah.     

Kabarnya, daerah Jateng sebagian besar padi belum bisa dipanen. Dimungkinkan, harga gabah bakal terus naik jika cuaca tetap bertahan normal seperti musim panas saat ini. (OL-2)

BERITA TERKAIT