Level Waduk Riam Kanan Dekati Ambang Batas


Penulis: Denny Susanto - 14 October 2018, 13:45 WIB
MI/Denny Susanto
MI/Denny Susanto

DEBIT air waduk Riam Kanan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan terus menurun dan mendekati ambang batas. Pihak PLN terpaksa mengoperasikan tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir PM Noor secara bergiliran. Hal itu dikemukakan Manager PLTA Ir PM Noor, Masli, Minggu (14/10).

"Kondisi air waduk Riam Kanan terus menurun setiap hari karena tidak ada penambahan debit air atau hujan sejak beberapa bulan terakhir," ungkapnya.

Saat ini, debit air waduk mendekati ambang batas 54,90 meter. Dalam kondisi normal ketinggian waduk adalah 58-60 meter.

Debit waduk Riam Kanan terus turun 2-3 centimeter per hari. Sementara level terendah ketinggian air waduk yang bisa untuk operasi pembangkit adalah 53-54 meter.

"Operasional PLTA hanya dapat dioperasikan 1 unit pada saat beban puncak. Dan 1 unit pembangkit pada siang hari. Ini dilakukan untuk penghematan air," ujarnya.

Terus surutnya waduk Riam Kanan ini diperkirakan akan bertambah parah mengingat kondisi kemarau yang berlangsung lama. Namun, dalam beberapa hari terakhir, hujan mulai mengguyur wilayah Kalsel.

Hujan membuat kabut asap di Kalsel berkurang, tetapi belum menambah debit air waduk Riam Kanan.

Surutnya waduk Riam Kanan ini membuat operasional tiga unit pembangkit PLTA berkapasitas 30 megawatt terganggu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, saat puncak kemarau dan air waduk terlalu dangkal, pihak PLTA terpaksa mengoperasikan tiga unit mesin pembangkit berkapasitas 30 megawatt tersebut secara bergiliran.

PLTA Ir PM Noor merupakan pembangkit penunjang pasokan energi listrik pada sistem kelistrikan Kalsel-Kalteng. Selain untuk keperluan operasional pembangkit, waduk Riam Kanan juga menjadi sumber air baku utama PDAM di tiga wilayah yakni Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin.

Surutnya air waduk Riam Kanan juga kerap merugikan petani keramba karena asam air meningkat menyebabkan ikan keramba mati.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel, Wahyudin Ujud  mengatakan hujan yang mulai turun dalam beberapa hari terakhir mampu mengurangi titik api dan kabut asap.

"Kita berharap hujan mampu membantu mengatasi karhutla dan kekeringan yang berlangsung di sejumlah daerah," ujarnya.

Masyarakat diimbau mewaspadai ancaman bencana banjir maupun angin kencang saat peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan ini. (OL-2)

BERITA TERKAIT