Potensi Zakat di Indonesia Rp200 Triliun


Penulis:  Fathia Nurul Haq - 14 October 2018, 13:15 WIB
ANTARA FOTO/ICom/Am IMF-WBG/Zabur Karuru
ANTARA FOTO/ICom/Am IMF-WBG/Zabur Karuru

MENTERI Perencanaan Pembangunan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan potensi besar dari zakat bisa membantu membiayai pembangunan. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar dan mengelola zakat membuat dampaknya kurang optimal.

"Kalau zakat itu kan potensinya bisa besar, bisa Rp100-200 triliun. Tapi, tentunya yang paling penting adalah meningkatkan kesadaran dulu. Karena kan sebenarnya zakat ini sesuatu yang wajib dilakukan setiap tahun 2,5% dari aset atau dari penghasilan kita," ucap Bambang Brodjonegoro saat ditemui di sela acara Pertemuan Tahunan IMF-Worldbank 2018 di Nusa Dua, Minggu (14/10).

Bambang mengurai, selama ini, kerja sama pemerintah dengan lembaga amil zakat sudah banyak dilakukan, terutama untuk membangun infrastruktur dasar seperti listrik dan air bersih.

Agar masyarakat tidak berat membayar zakat, pemerintah juga sudah memberlakukan aturan zakat sebagai pengurang pajak saat melapor SPT.

Artinya, lanjut Bambang, tidak perlu merasa terbebani dengan menyetorkan uang zakat sebab uang tersebut nantinya akan dikurangi dengan total kewajiban pajak.

"Jadi, sebenarnya tinggal peningkatan kesadaran," simpul Bambang. (OL-2)

BERITA TERKAIT