Kisah Sukses Peserta Program Pemagangan ke Jepang


Penulis: Andhika Prasetyo - 14 October 2018, 12:30 WIB
DOK Kemnaker
DOK Kemnaker

PROGRAM pemagangan ke Jepang yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) berbuah manis. Banyak alumni pemagangan di Jepang yang mendulang sukses setelah kembali ke Tanah Air.

Salah satunya adalah Alif Romdloni, alumni pemagangan Jepang periode 1999-2002. Pria asal Magelang itu menjadi pengusaha koperasi syariah bermodalkan uang yang diperoleh dari hasil magang di 'Negeri Sakura'.

"Pulang ke Indonesia, saya memiliki uang Rp220 juta. Dari jumlah tersebut, Rp100 juta saya gunakan untuk modal awal pendirian koperasi syariah," ujar Alif melalui keterangan resmi, Minggu (14/10).

Seiring berjalannya waktu, usaha koperasi syariah Alif maju pesat. Berawal hanya memiliki 4 pegawai, kini sudah ada 20 pegawai dengan tiga kantor cabang.

Jumlah anggota koperasinya pun mencapai 5.000 orang dengan 700 anggota aktif yang sebagian besar adalah para pelaku usaha kecil dan menengah mandiri.

Alif mengungkapkan, kini, keuntungan koperasi yang ia rintis sudah bernilai puluhan juta.

Semua kesuksesan itu, ia mengaku, dapat diraih karena menerapkan etos kerja yang dipelajari selama magang di Jepang.

"Masyarakat Jepang itu disiplin, bertanggung jawab, dan pekerja keras. Itu yang kami pelajari di sana. Dengan modal itu saja, seseorang kalau mengerjakan apa pun akan memiliki peluang sukses besar," ucapnya.

Adapun, Direktur Bina Pemagangan Kemenaker Asep Gunawan mengatakan pemerintah memberikan apresiasi kepada peserta magang yang telah berhasil berwirausaha dengan menerapkan keahlian dan kompetensi yang diperoleh selama di Jepang.

"Kami memberikan apresiasi kepada para alumni magang Jepang yang kembali ke Tanah Air yang berhasil merintis kegiatan wirausaha dan kemudian menjadi pengusaha yang sukses," kata Asep.

Asep mengatakan kehadiran para pengusaha sukses yang merupakan alumni magang Jepang tersebut memberikan pengaruh positif karena mampu membuka lapangan kerja baru, mengurangi pengangguran, dan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. (OL-2)

BERITA TERKAIT