Diharapkan tidak Ada Tekanan Terlalu Besar Terhadap Cadangan Devisa


Penulis:  Fetry Wuryasti - 14 October 2018, 11:45 WIB
ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Jefri Tarigan
ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Jefri Tarigan

DEPUTI Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan, dari banyak pertemuan dia dengan investor dan lembaga rating selama pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 ini,  semua melihat Indonesia masih menarik dengan diferensial suku bunga yang cukup menarik untuk menanamkan dananya di indonesia.

Dengan dua skenario yaitu perbaikan di transaksasi berjalan dan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik daripada negara lain yang tanpa kebijakan, adanya selisih suku bunga yang menarik diharapkan ada perbaikan dari sisi defisit transaksi berjalan dan arus modal masuk.

"Dengan demikian memang pada akhirnya kita bicara devisa. Harapannya, adalah tidak ada tekanan yang terlampau besar kepada devisa dari sisi pembentukan cadev," ujar Dody di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10).

Dalam jangka pendek juga diperlukan menstabilisasi nilai tukar. Optimalisasinya dari tiga pilihan kebijakan yaitu menaikkan suku bunga, menaikkan intervensi, dan melakukan depresiasi nilai tukar secara bertahap.

"Itu tetap menjadi pilihan kombinasi kebijakan optimalisasi yang dilakukan bank sentral dalam jangka pendek ini. Harapan kita tentu rupiah kembali terbentuk secara fundamental menguat karena ada perbaikan supply valas dan ada sedikit pembatasan dari demand valasnya," tukas Dody. (OL-2)

BERITA TERKAIT