Pidato Jokowi Bermakna Dunia Harus Bersinergi Hentikan Perang Dagang


Penulis: (Try/Fat/Nur/Pro/E-3) - 14 October 2018, 09:35 WIB
ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Afriadi Hikmal
ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Afriadi Hikmal

PERHELATAN pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia atau IMF-WB Annual Meeting 2018 di Bali menjadi eksentrik ketika Presiden Joko Widodo mengibaratkan peperangan perdagangan dan persaingan ekonomi layaknya cerita dalam film Game of Throne.

Menurut pengamat ekonomi Universitas Atma Jaya A Prasetyantoko, pidato Presiden Jokowi itu menggambarkan suatu kepemimpinan dan positioning politik. "Itu penting. Pidato Presiden sebetulnya menunjukkan masalah sangat lugas, tapi tidak langsung, tidak satu pun negara yang merasa disebut namanya. Namun, esensinya betul-betul lugas menyampaikan masalah yang hari ini kita hadapi dalam konteks global," ujarnya, di Nusa Dua, Bali, kemarin.

Dia melihat pernyataan Jokowi bermakna penting dalam konteks ekonomi politik global. Ke depan, kata dia, tantangan terberat bagi negara berkembang ialah masalah komoditas. Hal itu disebabkan akan ada pengetatan likuiditas yang bersistem, yang tidak selesai dalam waktu dekat.

"Khusus untuk likuiditas ini, koordinasi kebijakan dan sentimen menjadi penting untuk menjaga likuiditas tidak lebih ketat. Bagi Indonesia, dengan tekanan seperti 2013, posisi Indonesia sudah jauh berbeda dan lebih tahan," terang Prasetyantoko.

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM Tony Prasetiantono pun mengakui perekonomian global saat ini sudah berada pada level mengkhawatirkan.

"Kalau trade war (perang dagang AS-Tiongkok) dibiarkan berlanjut, yang terjadi ialah saling bunuh. Tidak saja pihak yang kalah akan menderita, tetapi juga pihak yang menang (dalam hal ini AS) pun juga akan menderita," kata Tony.

Karena itu, negara di dunia harus menggalang solidaritas untuk menyadarkan Presiden AS Donald Trump agar tidak melanjutkan perang dagang dengan Tiongkok.

Sebelumnya, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Hasto Kristiyanto, menyatakan pidato Presiden Jokowi di IMF-WB annual meeting mendapatkan sambutan meriah dari peserta yang hadir dan bahkan menjadi viral di media sosial nasional hingga internasional.

Bila ditinjau dari gagasan, kata Hasto, apa yang disampaikan Presiden sangat tepat karena berupaya menunjukkan pentingnya moralitas pada tata perekonomian global.

Dewan Penasihat TKN Jokowi-Amin Grace Natalie menambahkan kesuksesan pidato Presiden akan berkorelasi positif dengan upaya Jokowi menggaet pemilih milenial. Ia yakin makin banyak pemilih milenial menjatuhkan pilihan kepada Jokowi-Amin di Pilpres 2019.

BERITA TERKAIT