Anwar Ibrahim Kembali ke Parlemen


Penulis: Abdillah Marzuqi - 14 October 2018, 01:30 WIB
AFP/Mohd RASFAN
AFP/Mohd RASFAN

Politisi Malaysia Anwar Ibrahim mengunci tempatnya di parlemen setelah menang dalam pemilu sela pada Sabtu (13/10). Data Komisi Pemilihan Malaysia menyebutkan Anwar mengantongi 71% dari total suara dalam pemilu yang diikuti oleh tujuh kandidat itu.

Uniknya, suara itu termasuk dari mantan staf yang mengajukan tuduhan sodomi dan membuat Anwar diadili kedua kalinya 2008. Anwar mendapat vonis pertama atas kasus sodomi pada tahun 2000. Sementara pada kasus jilid II, ia dinyatakan tidak bersalah.

Kemenangan pada pemilu sela inilah yang menandai kembalinya Anwar ke panggung legislatif. Dari penjara ke parlemen.

"Saya senang dengan hasilnya. Allah memberkati kita semua," kata Anwar, seperti dikutip AFP.

Anwar juga telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Mahathir Mohamad tentang kemenangannya. Mahathir yang memecat Anwar sebagai Wakil Perdana Menteri di tahun 1998, senang dengan hasil pemilu itu.

Mahathir sendiri, beberapa waktu sebelumnya, telah mengatakan hanya akan berkuasa dua tahun. Selanjutnya, ia akan menyerahkan kendali kepada Anwar.

Sejak beberapa tahun lalu, hubungan Anwar dengan Mahathir memang telah membaik dan mereka membentuk aliansi untuk menggulingkan Najib Razak yang saat itu menjadi Perdana Menteri.

"Di parlemen, saya akan fokus membantu anggota parlemen kami untuk melakukan reformasi yang efektif," kata Anwar.

Pengamat politik Malaysia dari Universitas Tasmania, James Chin, berharap Anwar segera masuk kabinet. "Seorang Anwar tidak bisa duduk di bangku belakang dalam waktu lama. Dia harus berada di kabinet," ujar Chin.

Semasa kampanye, Anwar berusaha mengamankan suara dari pemilih multirasial. Janji yang diangkat Anwar dalam kampanye seputar pembangunan, pemerintahan bersih, dan peningkatan pariwisata lokal. Anwar selalu berkukuh bahwa tuduhan sodomi sengaja dibuat untuk menggagalkan karir politiknya. Anwar juga mengangkat isu besar tentang skandal korupsi besar yang menyeret nama Najib Razak dan istrinya, Rosmah Mansor.

Anwar sempat menggalami pasang surut dalam karir politiknya. Dari pemegang dua jabatan, yakni Wakil Perdana Menteri dan sekaligus Menteri Keuangan, ia dipenjarakan pada 1999 atas kasus korupsi. Bebas, ia lalu memimpin gerakan oposisi antara tahun 2008-2015. Ia kemudian mendirikan Parti Keadilan Rakyat. (M-1)

BERITA TERKAIT