Modal Positif Menuju Paralimpiade 2020


Penulis: Budi Tolerant budi_ernanto@mediaindonesia.com - 14 October 2018, 07:00 WIB
 ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

TIM Indonesia berhasil meraih total enam medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis di Asian Para Games (APG) 2018. Pada akhir pertandingan sebelum penutupan, para atlet tuan rumah berhasil menambah dua medali emas.

Satu keping medali emas dari pasangan Hary Susanto/Oktila Leani Ratri. Pada babak final ganda campuran bulu tangkis SL3-SU5 yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin, pasangan Indonesia menundukkan pasangan Thailand Siripong Teamarrom/Nipada Saensupa dengan straight-set 21-7 dan 21-10.

Medali emas kedua dari cabang olahraga bulu tangkis disumbang pasangan ganda putra Dwiyoko/Fredy Setiawan. Pada babak final nomor ganda putra SL3-SL4, pasangan tuan rumah mengalahkan pasangan tangguh dari Korea Selatan, Jeon Sunwoo/ Joo Dongjae dengan skor 22-20 dan 22-20.

Dari nomor tunggal putra SL3, Ukun Rukaendi harus puas dengan medali perak setelah dikalahkan pemain India Pramod Bhagat dengan skor 19-21, 21-15, dan 14-21.

Dengan merebut enam medali emas di multiajang Asian Para Games 2018, kepala pelatih bulu tangkis Indonesia Imam Kunantoro menilai hasil tersebut dapat menjadi modal bagi para atlet untuk bisa meraih prestasi pada Paralimpiade 2020 yang digelar di Tokyo, Jepang.

"Kita bisa lihat atlet disabilitas yang jadi juara dunia banyak berasal dari Asia sehingga kita bisa jadikan Asian Para Games sebagai patokan untuk bersaing di Paralimpiade 2020. Soal usia, saya tidak khawatir karena selama atlet masih siap, artinya dia mampu," kata Imam.

Imam menambahkan bahwa untuk menghadapi Paralimpiade 2020, mental bertanding para atlet perlu dibenahi.

"Pak Ukun (Rukaendi), mungkin dia terbebani karena juara bertahan di Asian Para Games. Untuk atlet lainnya, mungkin karena riuh dukungan penonton. Biasanya kan mereka main di arena yang tidak ramai," tambah Imam.

Di sisi lain, Imam mengatakan dari pencapaian yang ada, sektor putrilah yang tidak disangka-sangka mampu menyumbangkan medali emas. Gelar juara diraih Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah Sukohandoko di nomor ganda putri.

Apresiasi dari Presiden APC

Presiden Komite Paralimpiade Asia (APC) Majid Rashed menyatakan Asian Para Games 2018 tercatat memecahkan banyak rekor selama pelaksanaannya yang dimulai sejak Sabtu (6/10) hingga Sabtu (13/10). Dia pun memuji Indonesia yang juga berperan besar dalam menciptakan rekor baru itu.

"Di Asian Para Games tahun ini, Laos dan Timor Leste berhasil mendapatkan medali pertama mereka. Filipina dan Kuwait juga untuk pertama kalinya dapat medali emas. Ada 15 rekor baru yang tercipta dan 75% dari seluruh negara peserta berhasil naik podium," kata Rashed di GBK Arena, Jakarta, kemarin.

Saat bersilaturahim dengan sejumlah atlet disabilitas Indonesia yang telah bertanding dalam kejuaraan Asian Para Games 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, kemarin. Presiden Joko Widodo mengapresiasi dedikasi dan perjuangan para atlet dalam ajang Asian Para Games 2018 yang berhasil meningkatkan prestasi Indonesia masuk peringkat lima besar dalam perolehan medali. (R-3)

BERITA TERKAIT