Bermula dari Cuap-Cuap


Penulis: Despian Nurhidayat - 14 October 2018, 03:00 WIB
MI/PIUS ERLANGGA
MI/PIUS ERLANGGA

PENIKMAT siaran radio di Ibu Kota mulai era 1990-an mungkin tidak asing dengan suara bariton dan gaya santai Erwin Parengkuan ataupun suara serak nan ceriwis Ruth Ludwina Rebecca 'Becky' Tumewu. Keduanya merintis karier di dunia penyiaran melalui radio swasta yang identik dengan sapaan 'kawula muda'. Dari cuap-cuap di bilik siaran, Erwin dan Becky kemudian merambah ke dunia pewara (master of ceremony/MC), pun pembawa acara televisi.

Di layar kacalah rupanya Erwin dan Becky 'berjodoh'. Setelah berduet memandu acara live The Plaza yang ditayangkan Metro TV, keduanya sepakat melanjutkan kemitraan.

Usaha apa yang akan mereka lakoni acap menjadi topik perbincangan. Erwin enggan menekuni kembali bisnis event organizer yang sempat ia jalankan sebelum krisis moneter Asia. Sementara itu, Becky kurang meminati ide bisnis pernak-pernik atau handycraft yang sempat dilontarkan Erwin. Sampai akhirnya Erwin mengutarakan ide untuk membuat sekolah komunikasi, sesuai bidang yang memang telah bertahun-tahun mereka geluti. Gayung pun bersambut.

Rupanya, Becky sebelumnya pernah ditawari Martha Tilaar untuk mengajar perihal public speaking di lembaga pendidikan milik pengusaha kawakan tersebut. Bersama dengan Erwin, ia pun kemudian bersepakat dengan Martha Tilaar mengenai hal itu. Akhirnya, mereka membuat MIC (mastering in communication) di bawah naungan Grup Martha Tilaar.

Seusai merampungkan kontrak MIC selama tiga tahun, Becky dan Erwin merasa sudah saatnya mereka mandiri, membuat merek mereka sendiri. Lahirlah talk Inc pada 2007.

"Pada zaman itu, saya ingat sekali bahwa public speaking itu enggak populer, enggak ngetop. Orang banyak datang dengan tujuan hanya untuk belajar menjadi MC, presenter. Tapi, saya yakin sekali, in the future, public speaking itu akan yang paling keren. Saya punya feeling itu, makanya saya ngotot meneruskan," ungkap Erwin saat dirinya dan Becky berbincang dengan Media Indonesia, di kantor Talk Inc, di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, pada akhir September.

Kendati sosok Erwin dan Becky terbilang sudah populer di masa itu, mendatangkan murid ke Talk Inc bukan perkara mudah. Apalagi, media sosial belum mewabah seperti dewasa ini. Alhasil, mereka pun mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Keduanya juga memancing calon murid dengan memajang foto diri.

Dengan strategi tersebut, murid-murid mulai berdatangan ke Talk Inc. Dari semula hanya belasan siswa, kini Talk Inc sudah melatih lebih dari 60 ribu siswa, baik untuk kelas reguler, private, maupun in-house training di berbagai perusahaan. Nama-nama tenar seperti Dion Wiyoko (aktor), Kamidia Radisti (Miss Indonesia 2007), Aviani Malik (news anchor), Kimberly Ryder (aktris), adalah para alumnus Talk Inc.

Pada elementary program di kelas reguler, trainer-trainer Talk Inc akan mengajari para siswa untuk memompa rasa percaya diri, berbicara dengan ekspresif, menarik, dan tentunya membentuk citra diri (branding) yang positif. Setelah lulus program elementery, peserta biasanya berlanjut ke program profesional dengan spesialisasi MC-TV presenter atau public speaking.

Perkaya inovasi

Becky dan Erwin pun tidak sembarangan memilih trainer. Menurut Erwin, keduanya menerapkan seleksi ketat. Saat ini Talk Inc memiliki paling tidak 18 trainer atau fasilitator dari berbagai macam latar belakang pendidikan dan pengalaman, mulai psikologi, komunikasi, perhotelan, pemasaran, dan sebagainya. Banyak di antara mereka pun ialah wajah-wajah yang sudah tidak asing bagi publik karena acap wira-wiri di layar kaca.

Managing Director Talk Inc itu menegaskan, institusinya dijalankan sekumpulan praktisi yang mumpuni di bidang public speaking. Dengan pengalaman berkiprah selama 15 tahun, Talk Inc kini berada dalam jajaran utama lembaga pendidikan terkait dengan MC-TV maupun presenter.

Agar tidak kehilangan pangsanya, mau tak mau Talk Inc pun harus terus berkreasi. Apalagi, hal-hal baru terus bermunculan. Umpama dengan melihat tren pemanfaatan media sosial yang kini semakin dinamis, Talk Inc pun kini menghadirkan social media comunication.

"Ada inovasi-inovasi baru lah. Yang dulu enggak ada tuh namanya masalah komunikasi antargenerasi, sekarang ada. Karena di lingkungan kerja ada yang senior dan yang baru, kemudian komunikasinya jauh berbeda, nah kita ada modulnya. Jadi, memang kita melihat apa yang dibutuhkan pasar dan bahkan sebelum pasar menyadari (kebutuhan) itu, kita sudah punya duluan," timpal Becky.

Di samping penambahan modul, keduanya juga melakukan improvisasi lain, seperti, berkolaborasi dengan Galeri Indonesia Kaya untuk mengadakan kelas bagi siswa kurang mampu, kemudian menerbitkan buku terkait dengan personal branding.

Sebagai sekolah komunikasi, Talk Inc telah didapuk dengan predikat A+ oleh Suku Dinas Pendidikan Wilayah Jakarta Selatan. Erwin dan Becky pun menargetkan agar sekolah mereka dapat menjadi lembaga pendidikan formal setara D-1 dalam beberapa waktu mendatang.

"Ke depannya kami ingin membentuk sekolah. Sekarang kan nondiploma, kami sedang menuju diploma. Kami pun ingin membuat ini sendiri. Kalau toh nanti ada kerja sama, kami berpikir untuk kerja sama dengan institusi asing di luar negeri. Tapi, untuk kami naik kelas menjadi tingkat diploma kami ingin sendiri dulu, sampai kami benar-benar strong," tutup Erwin. (M-2)

BERITA TERKAIT