Analogi Jokowi Tepat Dalam Menggambarkan Situasi Dunia


Penulis: Dero Iqbal Mahendra - 13 October 2018, 21:17 WIB
MOHAMAD IRFAN
MOHAMAD IRFAN

PAKAR Komunikasi Politik Lely Arrianie menilai apa yang disampaikan oleh Jokowi dalam pidato kenegaraannya di Bali dalam pertemuan IMF-WB yang mengibaratkan kondisi ekonomi dunia dengan serial film 'Game of Thrones' telah menangkap situasi kekinian saat ini.

Penggunaan analogi film populer juga sebelumnya digunakan oleh Jokowi dalam sidang Perserikatan Bangsa Bangsa. Ketika itu Jokowi menganalogikan film Avangers dengan mengganalogikan sosok Thanos yang merupakan musuh bersama.

"Dimensi pesan dalam komunikasi politik itu sebenarnya bisa diterjemahkan dalam banyak perspektif. Menurut saya apa yg disampaikan Jokowi dengan menganalogikan kedua film yang disampaikan dalam forum berbeda sejatinya menggambarkan peristiwa ekonomi, sosial, politik dunia yang terus bergerak dengan para aktor yang menjadi pemainnya," tutur Lely saat dihubungi Sabtu (13/10).

Oleh sebab itu meski menggunakan film film yang kekinian yang identik dengan kamum milenial namun bukan berarti Jokowi hanya menyasar segmen milenial semata. Menurut Lely pesan Jokowi lebih luas dari itu.

Lely berpendapat, sebagai komunikator politik, khususnya di hadapan para pemimpin dunia, Jokowi menyadari betul bahwa 'pesan' nya harus sampai dan dipersepsikan sama oleh para audience.

Jokowi memahami betul bahwa para audiencenya juga merupakan komunikator politik yang merupakan subjek dan objek dari berbagai kebijakan di negaranya. Para audience tersebut memiliki wewenang untuk menentukan kearah mana suatu skenario harus diperankan, tentunya dengan tujuan akhir kepentingan bersama.

Saat ini dominasi nega negara besar seperti Amerika Serikat saat ini tidak lagi signifikan dan tunggal karena China kini telah menjadi kekuatan penyeimbang. Karena itu jika Amerika memaksakan perang dagang akan berdampak kepada situasi ekonomi dunia.

Sekalipun Amerika memenangkan perang dagang tersebut ditengah ekonomi dunia yang tenggelam sebagai dampak perang dagang, pada akhirnya hal tersebut tidak akan berarti.

"Kekuatan ekonomi dunia sesungguhnya saling terkait satu sama lain, dan pidato Jokowi yang mendapat apresiasi dari para audiens itu cukuplah mengisyaratkan pesan itu telah sampai," pungkas Lely. (OL-4)

BERITA TERKAIT