Eddy Sindoro Serahkan Diri ke KPK


Penulis: Dero Iqbal Mahendra - 12 October 2018, 17:10 WIB
IST
IST

MANTAN bos Lippo Grup yang menjadi buronan KPK, Eddy Sindoro akhirnya menyerahkan diri ke KPK. Sejak 2016, Eddy telah menjadi tersangka dalam kasus suap terkait 'dagang perkara' di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2015 silam.

"Tersangka ES telah menyerahkan diri ke KPK," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (12/10).

Agus menjelaskan kembalinya ES dibantu oleh sejumlah instansi seperti kedutaan, Polri, Ditjen Imigrasi serta informasi dari masyarakat yang disampaikan kepada KPK.

Agus menambahkan, proses pengembalian tersebut juga dibantu otoritas Singapura. Namun untuk penjelasan detailnya Agus menyampaikan baru akan disampaikan pada konferensi pers sore ini.

Kasus tersebut berawal ketika mantan Panitera di PJ Jakarta Pusat Edy Nasution menerima uang suap dari Doddy Ariyanto Supeno sebagai perantara suap Rp 100 juta yang diserahkan pada sebuah hotel di Jalan Kramat Jakarta.

Penyidik KPK kemudian menangkap tangan dan menyita uang Rp100 juta terkait pengurusan penundaan aanmaning atas putusan Arbitrase di Singapura melalui Singapore International Arbitration Sentre (SIAC) Nomor 178/2010.

Dalam fakta persidangan uang suap disebut berjumlah total Rp1,5 miliar dari pengeluaran PT Paramount Enterprise. Uang tersebut diberikan untuk mengakomodasi permintaan revisi redaksional jawaban dari PN Jakpus untuk menolak pengajuan eksekusi lanjutan Raad Van Justice Nomor 232/1937 tanggal 12 Juli 1940.

Edy juga terbukti menerima US$50 ribu dan Rp50 juta untuk pengurusan pengajuan peninjauan kembali (PK) PT Acros Asia Limiterd. Padahal, batas waktu pengajuan PK sudah habis. Edy dan Doddy saat ini telah menjalani hukuman penjara.

Dalam pengembangan perkara KPK kemudian menetapkan Eddy Sindoro sebagai salah satu tersangka yang memerintahkan pemberian uang. KPK menetapkan Eddy sebagai tersangka sejak 23 Desember 2016, namun Eddy ketika itu sudah tidak berada di Indonesia sejak April 2016 dan menjadi buron hingga saat ini.

Eddy sempat dideportasi oleh otoritas Malaysia pada pertengahan Agustus lalu, namun kemudian dengan bantuan advokat Lucas, Eddy kemudian tidak jadi masuk wilayah otoritas Indonesia dan kemudian di terbangkan ke salah satu negara ASEAN lainnya.

Lucas sendiri saat ini sudah menjadi tersangka oleh pihak KPK setelah terbukti menghalangi penyidikan dan penangkapan Eddy ketika itu. (X-12)

BERITA TERKAIT