Empat Manfaat Buah Srikaya


Penulis: Anggi Tondi Martaon - 12 October 2018, 15:50 WIB
youtube
youtube

CUSTARD  apple atau yang biasa disebut buah srikaya adalah salah satu buah tropis yang banyak tumbuh di Indonesia. Buah yang berbentuk unik ini ternyata memiliki banyak manfaat bagi tubuh, terutama kulit.

Buah yang memiliki rasa manis ini kaya akan nutrisi yang mampu membuat kulit semakin cerah. Selain itu, buah yang memiliki permukaan seperti sisik ini juga banyak mengandung vitamin A, B, C, E, serta mengandung mineral seperti magnesium, tembaga, fosfor dan mangan.  

Buah srikaya juga mengandung antioksidan yang sangat penting untuk mendapatkan kulit bercahaya, karena mereka bisa menangkal radikal bebas.

Selain itu buah yang memiliki nama latin Annona squamosa juga juga memiliki banyak manfaat kesehatan tubuh seperti mengontrol tekanan darah, mengatasi anemia, sangat baik untuk penglihatan, mencegah serangan jantung, membantu pencernaan, mencegah masalah arthritis, mencegah asma dan bisa mengobati bisul dan borok.

Berikut manfaat buah srikaya untuk kesehatan kulit Anda.

1. Mencegah penuaan
Asam amino dan senyawa kimia lain yang terkandung dalam buah srikaya dapat membantu memproduksi kolagen dalam tubuh berguna untuk memberikan elastisitas pada jaringan kulit. Sedangkan antioksidan hadir dalam buah srikaya melindungi serta mencegah kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.

2. Mempercepat proses penyembuhan luka
Vitamin C yang berlimpah dalam srikaya akan berguna untuk mengikat kolagen dan membantu dalam proses penyembuhan luka. Hal ini bisa meningkatkan elastisitas kulit dan meminimalkan munculnya bekas luka.

3. Meningkatkan kecantikan kulit
Buah srikaya membuat kulit lebih kenyal. Buah ini juga dipercaya mampu memperbarui atau meremajakan kulit dan mencegah dari stres oksidatif.

4. Hidrasi kulit
Vitamin E yang terkandung dalam buah srikaya membantu untuk memertahankan kelembapan kulit. Hal ini tentunya akan membuat kulit kusam terlihat sehat dan segar, sekaligus melumasi kulit dan melindungi kulit dari kerusakan lingkungan.  (Medcom/OL-8)

 

BERITA TERKAIT