Kesepakatan Swap Dorong Kepercayaan Investor Asing


Penulis: Try/Fat/E-3 - 12 October 2018, 00:55 WIB
ANTARA
ANTARA

PRESIDEN Joko Widodo menyambut baik kesepakatan bilateral currency swap arrangement (BCSA) antara Bank Indonesia (BI) dan Monetary Authority Singapore (MAS) senilai US$10 miliar.

"Saya menyambut baik kerja sama swap dan repo antara BI dan MAS ini. Saya harap ini bisa meningkatkan kepercayaan investor Singapura untuk terus berinvestasi di Indonesia," kata Presiden Joko Widodo dalam joint press statement setelah Annual Leaders Retreat dengan PM Singapura Lee Hsien Loong di sela Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali, kemarin.

Pada kesempatan itu, kedua bank sentral sepakat melakukan skema fasilitas swap rupiah dengan dolar Singapura (S$) sebesar US$10 miliar. Presiden Jokowi dan PM Lee menyaksikan perwakilan kedua negara menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU).

"Dua dari tiga MoU yang ditandata-ngani ialah upaya mendorong kerja sama ekonomi keuangan yaitu promosi dan perlindungan penanaman modal (P4M) dan nota kesepahaman bidang fintech," ucap Presiden seperti dikutip dari Antara.

Jokowi menekankan di tengah ketidakpastian ekonomi global, kerja sama ekonomi memang jadi fokus perhatian kedua negara. Secara khusus, kata Presiden, persetujuan itu ialah yang pertama ditandatangani Indonesia sejak pemerintah melakukan revisi terhadap perjanjian investasi pada 2014. "Persetujuan ini juga akan jadi model dan referensi perjanjian investasi ke depan," katanya.

Kedua negara membawa delegasi besar yakni Presiden mengikutsertakan jajaran menterinya pada pertemuan itu, di antaranya Mendag Enggartiasto Lukita, Menhan Ryamizard Ryacudu, Mensesneg Pratikno, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Polhukam Wiranto, Menko PMK Puan Maharani, Seskab Pramono Anung, Mendikbud Muhadjir Effendy, Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brpdjonegoro, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Menperin Airlangga Hartarto, dan Menlu Retno LP Marsudi.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan upaya peningkatan kerja sama Indonesia dan Singapura itu diyakini bisa saling menguntungkan dan melengkapi sehingga memperkuat perekonomian kedua negara.

BERITA TERKAIT