One of a Kind Destinations, A Boat Ride Away From Bali


Penulis: Ghani Nurcahyadi - 12 October 2018, 05:35 WIB
MI/Rommy P
MI/Rommy P

INDONESIA’S beautiful nature is not only limited to Bali. Unique natural sceneries can be found in various parts of the archipelago.
Granted, now that the participants of the Annual Meetings of the International Monetary Fund (IMF) and the Boards of Governors of the
World Bank (WB) are already in the country, might as well explore the many tourist attractions in other regions.

Why not start from the western tip of Flores Island of Manggarai Barat Regency, East Nusa Tenggara. Nicknamed Nusa Nipa, the island is
blessed with beautiful natural sceneries, rich customs and culture, as well as a myriad of traditional spoken languages.

And with its unique and exotic scenery, Labuan Bajo is ready to welcome the participants of IMF-WB Annual Meetings, as well as other
domestic and foreign tourists. Welcome posters were plastered everywhere you look, on airport entrance as well as at the docks of
Pelni Labuan Bajo Harbor, West Manggarai, to greet incoming visitors. Moreover, the Komodo island is not the only main destination at Labuan Bajo that attracts visitors from all over the world.

Aside from the Komodo and Padar islands, there are also Manta Point or Manta Ra, Batu Bolong, and Sembilan Island, as well as Kelor Island on the southern tip towards Rinca Island.

Labuan Bajo’s senior tourism enthusiast Gusti Komodo said, hundreds of tourists boats are now available at Manta Ray spots, a place to see the wondrous wide-winged water glider. The boats are usually docked at Taka Makasar Island.

"Every day there are more than five to seven hundred people visiting Manta Ray locations. They also have white sands. And not only that,
Manta Ray is peppered with an array of colorful corals and fishes,” Mr Komodo explained.

According to him, currently there are a lot of tourists who were captivated with Labuan Bajo’s water world. They likened Labuan Bajo’s
tourist destination as if they were angels from heaven, he said. They were also fascinated with the view on top of Padar Island.

“Whether it’s morning or afternoon, the nature would relieve all fatigue from after travelling around the Island. It’s as if we’re being hypnotized by nature,” Mr Komodo said.

Celebrating Colors of Banyuwangi

The most eastern regency of the Java island, Banyuwangi becomes one of the recommended tourist destinations during the IMF-WB Annual Meetings that was held in October 8-14 in Nusa Dua, Bali. A number of tour packages are available to choose from, including the famous Ijen
Crater.

Also known as “blue fire”, Ijen Crater is one of the must-visit destinations in Banyuwangi. Although better viewed at night, the natural phenomenon, unique only in Banyuwangi and Iceland, was formed by a combination of sulphuric gas and oxygen.

Another destination worth visiting is Merah Island in Pesanggaran subdistrict. The island has a beach that is located in a small
red-soiled hill next to shoreline. The hill can be explored on foot during low tides.

After “blue” and “red”, the other colors can be found in Banyuwangi is “green”, the Baluran National Park. This African safari-like tourism
destination is an attractive destination in Banyuwangi. Visitors can go on a safari to see the wildlife in their natural habitat in this
250-square kilometer park, such as deers, buffaloes, bulls, long-tailed macaques, and peacocks.

When done with the land animals, don’t forget to visit the marine biota of Bangsring Beach conservation area, which are decorated with a
variety of coral reefs and home to the magnificent spotted sharks. The area has a floating shack (Rumah Apung) that is a popular diving spot
for tourists.

For cultural experience, Banyuwangi has Sanggar Genjah Arum, a coffee house which was turned into Osing traditional village miniature.

The Lure of Mandalika Beach
West Nusa Tenggara has just got more attractive now—it is more than just Gili or Lombok Island. It now also manages the beautiful
Mandalika in Central Lombok that is worth the visit. Mandalika starts to attract visitors since the government named it as a tourism Special
Economic Zone (SEZ), or KEK.

Since the launch of Mandalika as a tourism SEZ, the development of the area to support the hospitality industry continues. A number of luxury resorts are now being built to complete the existing accommodation facilities.

Just like Gili Islands and Lombok Island, Mandalika—only an hour drive from Lombok international airport—also offers beautiful beaches with
their white sands and calm waves.

Several beaches that have become tourists’ favorites includes Tanjung Aan, Serenting, Seger, Kuta and Gerupuk beach. Tourists can enjoy the view as well as water surfing, diving, or sunbathing.

For those who are keen on hiking, Mandalika also has Seger Hill which can be climbed pretty easily while enjoying the green view. Every
year, a local tribe called Sasak also holds the Bau Nyale Festival on the Seger Beach. The sea worm catching festival usually takes place in
February or March.

The development of tourism infrastructure in Mandalika is done by PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) that has successfully developed Nusa Dua tourism area in Bali. When construction is completed, it is expected to attract around 2 million tourists every year. (S-4)

Destinasi Menarik Tak Jauh dari Bali

SESUNGGUHNYA Indonesia tidak hanya punya Bali. Keindahan alam yang unik juga tersebar di berbagai pelosok Nusantara. Sayang, bila para peserta pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (WB) sudah datang ke Indonesia, tapi tidak sekaligus menjelajah tempat wisata di daerah lain.

Salah satu daerah itu ialah ujung barat Pulau Flores di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pulau yang dijuluki Nusa Nipa ini dianugerahi panorama alam yang indah, adat, dan budaya yang beraneka ragam, serta bahasa yang berbeda-beda.

Tempat yang memiliki keunikan dan panorama alam yang eksotisme, yakni Labuan Bajo. Menghadapi gelaran pertemuan tahunan IMF dan World Bank pada Oktober, Labuan Bajo pun bersolek menyambut kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Berbagai poster ucapan selamat datang, baik di pintu masuk bandara maupun di mulut dermaga Pelabuhan Pelni Labuan Bajo, Manggarai Barat, terbentang menyambut para tamu. Berbicara  Labuan Bajo bukan melulu tentang Pulau Komodo yang menjadi destinasi andalan Indonesia di mata dunia.  

Selain Pulau Komodo dan Pulau Padar, terdapat Manta Point atau Manta Ra, Batu Bolong, dan Pulau Sembilan, serta Pulau Kelor di ujung selatan menuju Pulau Rinca. Pegiat pariwisata senior di Labuan Bajo Gusti Komodo mengatakan, kini sudah tersedia ratusan perahu wisata di lokasi Manta Ray, tempat untuk melihat ikan pari bersayap lebar. Mereka biasa bersandar di lokasi Pulau Taka Makasar.

"Setiap hari lebih dari lima hingga tujuh ratus orang mendatangi lokasi Manta Ray. Lokasi itu juga menyajikan pasir putih. Bukan cuma itu, Manta Ray juga dilengkapi dengan beraneka unik terumbu karang dan spesies ikan yang menari-nari di bawah laut," terang Gusti.

Menurut Gusti, saat ini banyak wisatawan yang terpikat melihat alam perairan Labuan Bajo. Mereka mengibaratkan kawasan wisata Labuan Bajo bagai menatap bidadari dari alam sutra. Mereka juga terpesona melihat pemandangan dari puncak Pulau Padar. "Entah pagi atau sore, alam itu menjamu dan menghilangkan rasa lelah dari perjalanan saat berkeliling kawasan komodo. Kita seperti terhipnotis oleh indahnya panoram alam," tuturnya.

Merayakan Warna di Banyuwangi

Kabupaten paling ujung timur di Pulau Jawa, Banyuwangi, ikut menjadi salah satu destinasi wisata yang disarankan bagi peserta pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia (World Bank) yang berlangsung di Nusa Dua, Bali 8-14 Oktober. Sejumlah paket wisata pun ditawarkan oleh daerah yang terkenal dengan Kawah Ijen tersebut.

Kawah Ijen yang dikenal dengan sebutan blue fire juga merupakan salah satu tempat wisata yang patut dikunjungi. Fenomena yang bisa dinikmati secara maksimal pada malam hari itu merupakan akibat gas belerang yang bercampur dengan oksigen. Fenomena seperti itu hanya ada dua di dunia, yaitu Banyuwangi dan Islandia.

Destinasi wisata lain yang juga layak dikunjungi para wisatawan ialah Pulau Merah, yang berada di Kecamatan Pesanggaran. Pulau Merah merupakan pantai yang terdapat bukit kecil bertanah merah yang berada dekat bibir pantai. Bukit tersebut bisa disusuri dengan berjalan kaki saat air laut sedang surut.

Setelah biru dan merah, warna lain yang tersaji di Banyuwangi adalah hijau yang ditampilkan oleh Taman Nasional Baluran. Kawasan ini tujuan wisata Afrika yang tampil di Banyuwangi. Di taman nasional yang memiliki luas 250 kilometer persegi itu, wisatawan akan diajak bersafari untuk melihat kehidupan satwa liar di habitatnya seperti rusa, kerbau, banteng, monyet ekor panjang, dan burung merak.

Puas melihat fauna di darat, jangan lupa untuk melirik biota laut yang ada di area konservasi Pantai Bangsring yang dihiasi oleh berbagai terumbu karang dan juga ada hiu tutul. Lokasi yang juga terdapat rumah apung tersebut sering jadi area penyelaman (snorkeling) bagi para wisatawan.

Selain itu, terdapat juga wisata budaya di Banyuwangi yang ada di Sanggar Genjah Arum yang sejatinya merupakan warung kopi yang kemudian digubah menjadi miniatur Desa adat Osing.

Rayuan Pantai Mandalika
Nusa Tenggara Barat kini bukan hanya Kepulauan Gili dan Lombok. Sejak penetapan Mandalika, Lombok Tengah, sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, provinsi yang beribu kota di Mataram itu kini punya destinasi wisata baru yang layak menjadi pertimbangan untuk dikunjungi.

Sejak ditetapkan sebagai KEK pariwisata, pembangunan Mandalika untuk menunjang industri hospitality terus berlangsung. Sejumlah resor mewah pun kini sedang dibangun untuk melengkapi fasilitas akomodasi yang sudah ada sebelumnya.

Untuk destinasi wisata, sama seperti Kepulauan Gili dan Lombok, Mandalika yang hanya berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Bandar Udara Internasional Lombok menawarkan jajaran pantai yang dihiasi pasir putih dengan ombak yang tenang bagi wisatawan.

Pantai-pantai yang jadi spot wisata favorit di Mandalika, antara lain Pantai Tanjung Aan, Pantai Serenting, Pantai Seger, Pantai Kuta, dan Pantai Gerupuk. Aktivitas yang dapat dilakukan di sana antara lain selancar air, menyelam, atau sekadar berjemur di bibir pantai menikmati sinar matahari.

Bagi yang menyukai pendakian (hiking) Mandalika juga menawarkan Bukit Seger yang bisa didaki dengan pemandangan hijau. Setiap tahun, Suku Sasak yang mendiami NTB juga menggelar Festival Bau Nyale di Pantai Seger. Festival menangkap cacing laut itu biasa dilaksanakan pada Februari atau Maret.

Pembangunan infrastruktur wisata di Mandalika dilakukan PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang sukses mengembangkan Nusa Dua, Bali. Saat pembangunan selesai nanti diprediksi 2 juta wisatawan akan membanjiri Mandalika setiap tahun. (S-4)

BERITA TERKAIT