Fasilitas Publik Beroperasi Penuh


Penulis: Putri Anisa Yuliani - 12 October 2018, 07:30 WIB
ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/M Agung Rajasa
ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/M Agung Rajasa

PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) memuji respons cepat pemerintah dalam melakukan penanganan pascabencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi di Sulawesi Tengah dan Lombok. Hal itu dikemukakan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres saat bertemu Presiden Joko Widodo di Nusa Dua, Bali, kemarin. Pada kesempatan itu, Guterres juga menyampaikan dukacita mendalam bagi para korban bencana alam di Sulteng dan Lombok.

"Sekjen PBB mengatakan masyarakat Indonesia memiliki resiliensi yang tinggi dan mengapresiasi respons cepat pemerintah sehingga situasi dapat diatasi dalam waktu yang singkat," kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi.

"Beliau mengatakan selalu tidak mudah kita bekerja pada saat situasi emergency seperti itu," imbuhnya.

Sebelumnya, rangkaian gempa mengguncang Sulawesi Tengah pada 28 September 2018. Gempa bermagnitudo 7,4 yang tertinggi memicu tsunami dan likuefaksi. Akibatnya, 2.045 korban meninggal dunia, 671 orang hilang, dan 10.679 jiwa luka berat.

Selain itu, sebanyak 67.310 rumah, 2.736 sekolah rusak, 20 fasilitas kesehatan, dan 12 titik jalan rusak berat. Sebanyak 82.775 warga mengungsi ke sejumlah titik di Palu, Donggala, dan Sigi. Hingga 14 hari pascagempa dan tsunami, proses pencarian dan evakuasi korban dihentikan mulai kemarin, Kamis (11/10). Meski demikian, pemerintah terus berupaya membangun fasilitas umum yang dibutuhkan masyarakat, salah satunya sarana pendidikan.

Sementara itu, Pemprov Sulteng kemarin menyiapkan lima lokasi alternatif untuk merelokasi warga di tiga wilayah yang terdampak paling parah bencana alam itu.

Lima Lokasi itu ialah Kecamatan Palu Barat (79,3 hektare), dua lokasi di Kecamatan Sigi Biromaru (200 dan 217 hektare), serta dua lokasi di Kecamatan Palu Timur (57 hektare dan 99,63 hektare). Diduga ada 5.000 unit rumah yang terkubur akibat likuefaksi di Perumahan Balaroa dan Kelurahan Petobo.

Fasum beroperasi

Kementerian ESDM memastikan penanganan listrik dan pasokan BBM di Sulteng saat ini berjalan baik. Hingga 10 Oktober 2018, pukul 24.00, sebanyak 30 stasiun pengisian bahan bakar umum telah beroperasi.

"Laporan Posko ESDM Siaga Bencana menginformasikan bahwa hingga Rabu, 30 SPBU sudah beroperasi, rinciannya 15 di Kota Palu, 7 di Donggala, 1 di Sigi, dan 7 di Parimo," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi, kemarin.

Penyediaan air bersih melalui sumur bor juga sudah selesai di posko-posko pengungsian, seperti di Kantor ESDM Sulteng dengan kedalaman 11 meter (m), Kantor Gubernur Sulteng 2 titik dengan kedalaman masing-masing 30 m, Rumah Sakit Lapangan Bunderan Biromaru, Sigi, dan Masjid Agung dengan kedalaman 30 m.

Kerja keras pemerintah memulihkan dampak bencana di Sulteng juga diapresiasi anggota DPR Rendy Lamadjido. Dia mengapresiasi segenap jajaran Kementerian Perhubungan yang dinilai tanggap dan cekatan serta mampu memulihkan Bandara Palu dalam kurun waktu dua hari pascabencana. (Cah/OL/YH/N-1)

BERITA TERKAIT