Seorang Warga Jember Meninggal akibat Gempa Situbondo


Penulis: Antara - 11 October 2018, 21:40 WIB
ANTARA
ANTARA

SATU warga Jember meninggal dunia karena terjatuh saat lari keluar rumah ketika gempa bumi berkekuatan 6,3 skala Richter (SR)  mengguncang Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis (11/10).

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember menyebutkan korban gempa bumi yang meninggal dunia itu atas nama Suyitno, 47, warga Dusun Krajan, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger.

"Korban lari keluar rumah saat terjadi gempa, namun terpeleset di pintu dan jatuh hingga kepalanya terbentur bangunan rumah yang terbuat dari semen," kata Kepala BPBD Jember, Rosyid Zakaria, yang didampingi Kepala Bidang Kedarutan dan Logistik BPBD Jember, Heru Widagdo.

Menurutnya, korban tidak sadarkan diri dan meninggal dunia di tempat, tetapi korban tersebut sempat dibawa ke Puskesmas Puger untuk pemeriksaan lebih lanjut dan memastikan korban sudah tidak bernapas.

"Jenazah korban kemudian diantar ambulans Puskesmas Puger ke rumah duka, kemudian masyarakat dan perangkat Desa Mojomulyo melakukan
pemulasaraan jenazah korban," tambahnya.

Ia mengemukakan jumlah rumah warga yang rusak akibat gempa bumi di Situbondo terus berkembang dan data terbaru mencatat jumlah rumah warga yang rusak berat, sedang, dan ringan mencapai 22 lokasi yang tersebar di sejumlah kecamatan.

"Di Desa Lampeji-Kecamatan Mumbulsari terdata satu rumah rusak atas nama Bagimin, 38, kemudian Desa Pondokrejo-Kecamatan Tempurejo terdata dua rumah rusak atas nama Julianto, 36, dan Abdul Aziz, 24," lanjutnya.

Kemudian di Desa Sukorambi-Kecamatan Sukorambi sebanyak enam rumah rusak atas nama Moh Ali, 43, Saiful, 25, Sabupa, 68, Sugeng, 49, Nirin, 33, dan Tohari, 33, serta satu musala rusak berat.

Selanjutnya, satu rumah di Desa Dukuhmencek-Kecamatan Sukorambi, dua rumah di Desa Karangpring-Kecamatan Sukorambi atas nama Mudei dan Dulla, satu rumah di Desa Klungkung-Kecamatan Sukorambi atas nama Bunasri, tiga rumah rusak sedang di Desa Sukorambi-Kecamatan Sukorambi atas nama Ahmad, Suparman, dan Sarukdin.

Sebanyak 11 rumah rusak di Kelurahan Kebonagung-Kecamatan Kaliwates atas nama Hasyim, Tui, Misla, Sugianto, Slamet Jasman, Jamhuri, Marhen, Wagito, Samhadi, Paiman, dan Parman, di Desa Darsono-Kecamatan Arjasa terdata satu rumah rusak sedang atas nama Sauri, 45.

"Kami terus melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak gempa bumi Situbondo yang berada di beberapa kecamatan di Jember. Hingga kini rumah warga yang terdampak mencapai 22 lokasi yang tesebar di tujuh kecamatan," ujarnya.       

Berdasarkan informasi BMKG, gempa bumi dengan kekuatan 6,4 SR yang dimutakhirkan menjadi 6,3 SR terjadi pada Kamis pukul 01.44 WIB dengan koordinat 7,47 LS dan 114,47 BT dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi terjadi tsunami.

Titik pusat gempa bumi tersebut 61 km timur laut Situbondo, Jawa Timur, 83 km Tenggara Sumenep, Jatim, 87 km Timur laut Kabupaten Bondowoso, 161 km Barat laut Denpasar, Bali, dan 860 km Tenggara Jakarta. (OL-1)

BERITA TERKAIT