Penerbangan Langsung Terlama Mulai Beroperasi


Penulis:  (AFP/Tes/I-2) - 12 October 2018, 06:10 WIB
Photo by Handout / SINGAPORE AIRLINES (SIA) / AFP)
Photo by Handout / SINGAPORE AIRLINES (SIA) / AFP)

PENERBANGAN langsung terlama di dunia, yakni selama 19 jam, mulai beroperasi kemarin. Dengan menggunakan pesawat Airbus A350-900 ULR, maskapai Singapore Airlines akan menerbangi rute Singapura-New York dengan membawa 161 penumpang yang ter bagi dalam kelas bisnis dan ekonomi premium tanpa kelas ekonomi reguler.

Adapun jarak yang ditempuh dalam penerbangan marathon dari Singapura ke Kota 'The Big Apple' mencapai 16.700 kilometer. Dalam penerbangan panjang tersebut, penumpang akan dimanjakan dengan berbagai menu khusus yang memperhatikan aspek kesehatan, termasuk hidangan organik. Penerbangan panjang tentunya menjadi tantangan besar bagi penumpang yang mudah dilanda rasa bosan selama berada di dalam pesawat.

Untuk mensiati hal itu, pihak maskapai menyediakan hiburan berupa film, rekaman tayangan televisi teranyar dan beragam genre musik. Fasilitas serupa juga akan dinikmati awak kabin termasuk pilot.

Selama penerbangan, belasan awak kabin akan mendapat jam kerja bergiliran agar memiliki waktu istirahat cukup. Sementara itu, dua orang pilot memperoleh jam istirahat minimal delapan jam secara bergantian. Pihak maskapai pun memikirkan upaya untuk mengurangi tekanan psikologis sepanjang penerbangan.

Di antaranya langit-langit yang lebih tinggi dari ukuran normal, bukaan jendela lebih besar, dan pencahayaan yang dirancang untuk mengantisipasi jet lag. "Hal yang harus dipertimbangan untuk penerbangan panjang ialah suplai makanan dan pemenuhan cairan tubuh (hidrasi). Misalnya, menghindari makanan yang mudah menyebabkan kembung, atau mengandung alkohol berlebihan. Mengingat penumpang akan duduk dalam waktu yang lama," kata ahli kesehatan Frost and Sullivan, Rhenu Bhuller.

Hal lainnya yang dipersiapkan secara matang ialah konsumsi bahan bakar yang lebih irit 25% ketimbang pesawat lain dengan ukuran serupa. Untukitu, telah dilakukan modifikasi terhadap sistem pesawat bermesin ganda tersebut. Kendati demikian, cadangan bahan bakar di pesawat tetap tersedia untuk penerbangan lebih dari 20 jam tanpa henti.

Sebelumnya, Singapore Airlines sudah mengoperasikan rute penerbangan panjang dengan pesawat Airbus A340-500. Namun pada 2013, maskapai tersebut menghentikan layanan itu lantaran merugi akibat harga minyak dunia yang melambung.

BERITA TERKAIT