BPTJ Beri Rekomendasi Agar Perluasan Ganjil Genap Diperpanjang


Penulis: Nicky Aulia Widadio - 11 October 2018, 19:39 WIB
Antara
Antara

BADAN Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) merekomendasikan agar kebijakan perluasan ganjil genap di Jakarta diperpanjang. Perluasan ganjil genap itu akan berakhir pada 13 Oktober mendatang, seiring dengan berakhirnya perhelatan Asian Para Games 2018.

"Menteri Perhubungan sudah menetapkan ini jadi kebijakan nasional, bahkan tidak hanya di Jabodetabek, tapi juga di kota besar lainnya. Kita mengharapkan kebijakannya lanjut," ujar Kepala BPTJ Bambang Prihartono ketika dihubungi, Kamis (11/10).

Menurut Bambang, perluasan ganjil genap memiliki dampak baik pada pengaturan lalu lintas di jalan-jalan yang diterapkan. Selain itu, kebijakan itu mulai membiasakan masyarakat untuk beralih ke transportasi publik.

"Contohnya orang mulai car sharing, mulai membiasakan di tanggal genap pakai mobil, di tanggal ganjil pakai transportasi umum. Tapi kebiasaan bagus ini jangan sampai kembali ke kebiasaan awal lagi. Harus berubah," jelas Bambang.

Di sisi lain, survei BPTJ menunjukkan ada peningkatan penjualan mobil bekas hingga 20% selama perluasan ganjil genap berlaku. Meski begitu, tidak ada penambahan kepadatan di ruas yang berlaku ganjil genap. Jumlah pengguna transportasi publik pun bertambah.

Bambang menyebut ada peningkatan penumpang TransJakarta hingga 40% dan peningkatan penumpang KRL sekitar 20%.

"Kami melakukan survei ada peningkatan penjualan mobil bekas 20%, namun kepadatan di jalanan enggak nambah. Kecepatan tetap nambah," tambahnya.

Sementara itu, Pemprov DKI belum memutuskan kelanjutan dari kebijakan ini. Pelaksana tugas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko menuturkan kelanjutan kebijakan perluasan ganjil genap akan diputuskan sebelum 13 Oktober 2018.

Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menghimpun data-data terkait hasil dan dampak ganjil genap sejak awal Agustus lalu. Ada masukan yang diterima dari sejumlah pihak, di antaranya dari kepolisan yang menyatakan ganjil genap berdampak baik. Namun ada pula masukan dari pelaku ekonomi seperti pedagang dan pemilik restoran bahwa omset mereka turun.

"Semua masukan kami tampung dan kita tentukan nanti bagaimana. Sebelum 13 Oktober harus diumumkan," kata Sigit.

Perluasan ganjil genap diberlakukan sejak 1 Agustus 2018 lalu dalam rangka menyambut Asian Games dan Asian Para Games. Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 77 Tahun 2018, ganjil genap berlaku hingga 13 Oktober mendatang.(OL-5)

BERITA TERKAIT