PMI: Relawan Asing Belum Diperlukan di Palu


Penulis: Marcheilla Ariesta - 11 October 2018, 15:20 WIB
ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo
ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo

BEBERAPA hari terakhir ramai diberitakan relawan asing yang diusir dari lokasi bencana di Sulawesi Tengah. Pemindahan bagi relawan asing diumumkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa lalu.
 
Palang Merah Indonesia (PMI) mengatakan relawan asing memang belum dibutuhkan di Palu. Menurut pelaksana tugas Ketua PMI Ginanjar Kartasasmita, para relawan asing sifatnya belum membantu.
 
"Perwakilan Palang Merah Internasional dan organisasi internasional yang datang ke Palu, sifatnya belum membantu. Namun mereka melakukan penilaian apa yang dibutuhkan para korban," katanya di Kantor PMI, Jakarta, Kamis (11/10).
 
"Tapi, misalnya dokter atau relawan memang belum diperlukan," imbuh dia.
 
BNPB mengatakan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asing hanya bisa terjun ke lapangan dengan pendampingan ormas lokal, harus mendaftarkan diri ke kementerian terkait dan diminta memulangkan relawannya yang telah berada di lokasi bencana. Selain itu BNPB juga akan mengawasi semua aktivitas relawan asing di Sulawesi.
 
"Relawan asing diatur, tidak bisa nyelonong seenaknya ke mana-mana. Karena beda kultur, bahasa, dan lainnya. Hal itu biasa terjadi, diatur di semua negara," kata Juru Bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
 
"Presiden sudah mengatakan kita tidak lagi membutuhkan bantuan asing, tapi mereka tetap datang," pungkasnya.
 
Meski demikian, Pemerintah Indonesia masih terbuka pada bantuan dari negara-negara sahabat. Seperti hari ini, bantuan berupa dana sebesar Rp7,6 miliar dari Pemerintah Taiwan diserahkan lewat PMI.
  
"Kami dari Taiwan ingin memberikan bantuan berupa dana lewat PMI berjumlah US$500.000. Semoga bantuan ini bisa digunakan dengan baik dan bisa segera diterima korban," tutur Kepala Perwakilan Kantor Ekonomi dan Dagang Taiwan John Chen.
 
Chen menuturkan PMI telah bekerja sangat keras untuk membantu para korban bencana. Dia mengatakan bencana gempa dan tsunami di Sulteng menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat Taiwan.
 
Jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami di Sulteng mencapai lebih dari 2.000 jiwa. Selain itu, sekitar 5 ribu orang dilaporkan hilang dan 200 ribu lainnya kehilangan tempat tinggal. (Medcom/OL-3)

BERITA TERKAIT