Novanto Janjikan Eni US$1,5 Juta dan Jatah Saham


Penulis: Golda Eksa - 11 October 2018, 14:10 WIB
MI/Susanto
MI/Susanto

POLITIKUS Golkar sekaligus mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih, mengaku pernah dijanjikan fee sebesar US$1,5 juta dan saham oleh mantan Ketua DPR Setya Novanto. Hal itu terkait kasus suap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 di Provinsi Riau.

Informasi itu disampaikan Eni ketika bersaksi untuk terdakwa pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (11/10).

"Saya dipanggil Pak Nov (Novanto) di ruang Ketua DPR. Pak Nov sampaikan ke saya 'nanti kamu dapat US$1,5 juta plus saham'," ujar dia.

Eni menduga rencana pemberian imbalan itu terkait proyek PLTU Riau. Pasalnya, sebelum Novanto menyebut nominal fee, Eni pun pernah diperkenalkan dengan Kotjo di ruang Ketua Fraksi Partai Golkar DPR dan kemudian diberi tugas untuk mengawal proyek-proyek yang bakal dikerjakan perusahaan Kotjo bersama PT PLN.

Karena kebetulan bertugas di komisi yang membidangi energi dan sekaligus mitra PLN, Eni pun langsung menyetujui perintah Novanto selaku atasannya. Bahkan, sebelum mempertemukan Kotjo dan pimpinan PT PLN, Eni mengaku pernah bertemu Kotjo di Hotel Fairmont Jakarta yang difasilitasi Reza Herwindo, putera Novanto.

Johannes Kotjo didakwa memberi suap Rp4,7 miliar kepada Eni dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Suap diarahkan agar Blackgold mendapat bagian untuk mengerjakan proyek PLTU Riau. Selain Kotjo, KPK juga menetapkan Eni dan Idrus sebagai tersangka. (OL-3)

BERITA TERKAIT