Jokowi Minta Pengurus OSIS Ikut Basmi Hoaks


Penulis: Nrj/Pro/Ins/Nic/Mal/OL-7 - 11 October 2018, 08:00 WIB
ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia
ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia

PARA pelajar sebagai tunas bangsa diharapkan berperan serta membantu pemerintah meluruskan kabar bohong atau hoaks yang marak di media sosial. Pasalnya, kata Presiden Joko Widodo, hoaks berpotensi memecah belah bangsa.

Pesan itu disampaikan Presiden Jokowi di hadapan 340 siswa SMA dan 170 siswa SMK se-Indonesia yang mengikuti kegiatan AKSI (Apresiasi Kebangsaan Siswa Indonesia), di Grand Mulya Resort, Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Mereka merupakan pengurus OSIS yang terdiri atas ketua OSIS dan ketua seksi kerohanian. "Anak-anak tolong, kalau ada di medsos yang namanya fitnah, hoaks, kabar bohong, saling mencela, mengejek, tolong diluruskan, dibetulkan," ujarnya.

Jokowi mengatakan anak-anak muda harus menyadari ancaman terhadap persatuan bangsa tersebut. Jika tidak, masyarakat akan mudah diadu domba.

Pihak yang mengadu antarsesama anak bangsa itu, lanjut Jokowi, bisa berasal dari luar, tetapi bisa juga dari politisi yang memiliki kepentingan politik.

Oleh karena itu, sebagai pemimpin di sekolah, Jokowi mengingatkan para siswa yang hadir untuk bisa mengajak para siswa lainnya agar tak mudah diadu domba.

"Antaragama dipanas-panasin, antarsuku diadu, berbahaya sekali. Jadi, kalau tak bisa mengajak dan mengingatkan teman-temannya bahwa kita Indonesia ini beragam, berbahaya sekali. Karena saya lihat banyak sekali karena kepentingan politik, pilihan bupati, pilihan gubernur, pilihan presiden, yang itu tiap lima tahun ada, kita kayak terpecah-pecah," kritik dia.

Jokowi pun mencontohkan pentingnya persatuan ketika kontingen atlet Indonesia berjuang di Asian Games beberapa waktu lalu.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia menyabet 31 medali emas dan menempati peringkat ke-4 merupakan buah dari perjuangan tanpa memandang suku, agama, dan asal daerah atlet yang berlaga.

"Coba saat Asian Games, begitu bersatu dapat 31 medali emas. Biasanya dapat 4, dapat 5. Rangking 22, 15, dan 17. Kemarin ranking 4. Kalau semua berpikir seperti itu, negara ini akan maju. Jadi kalau ada fitnah, hoaks, kabar bohong, saling cela, saling ejek itu tolong diluruskan dan dibetulkan," pungkas mantan Wali Kota Solo itu.

Mulai bertebaran

Seusai dari kegiatan AKSI, Presiden menghadiri pembukaan Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurroayidin, Pondok Gede, Jakarta.

Dalam pidatonya, ia mengajak seluruh elemen bangsa menghindari kampanye hitam selama tahapan Pemilu 2019 berlangsung.

"Hati-hati kalau sudah masuk tahun politik. Banyak kabar bohong, hoaks, fitnah, saling mencela, menjelekkan. Ini bukan tata krama Indonesia, bukan nilai islami kita. Hati-hati, jangan terjebak pada hal-hal politik praktis," pesannya.

Menurutnya, akan lebih baik jika tahapan kampanye yang relatif panjang diisi dengan adu gagasan dan program untuk membangun masyarakat dan bangsa ke depan. Kampanye juga semestinya diisi dengan saling mengadu prestasi kandidat masing-masing.

"Dalam konstetasi politik itu yang diadu gagasan dan ide. Lihat rekam jejaknya (kandidat) seperti apa. Jangan ada isu sedikit di medsos langsung kita makan. Berbahaya sekali. Jangan sampai mendekati pilpres kok fitnah, kabar bohong hoaks menjadi seperti ini," tegas mantan Wali Kota Solo itu. (P-3)

 

BERITA TERKAIT