Mahir Baca Angin Politik, Haley Mundur di saat Tepat


Penulis:  Denny Parsaulian Sinaga denny@mediaindonesia.com - 11 October 2018, 07:30 WIB
(Photo by Olivier Douliery / AFP)
(Photo by Olivier Douliery / AFP)

NIKKI Haley keluar dari Pemerintahan Donald Trump saat kariernya sedang menanjak dan memiliki prospek politik yang cerah. Tidak seperti yang dikatakan sebagian besar pemain politik terkemuka yang menyebutkan jika meninggalkan sang presiden, reputasi bakal hancur.

Setelah mundur, mantan duta besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB itu mengantongi dukungan berharga untuk karier politik selanjutnya. Trump mengatakan Haley sangat istimewa bagi dirinya. Dia melakukan pekerjaan luar biasa seorang yang fantastis dan sangat penting.

Ketika dia duduk dan tersenyum di samping Trump, tampak kemurahan hati seorang presiden yang saat itu suasana hatinya sedang baik. Kemungkinan karena pergulatan politik yang dihadapi saat ini, Trump menilai Haley memiliki unsur penting dalam karier politiknya.

Hari-hari yang akan datang kemungkinan akan menjelaskan lebih lanjut tentang keputusan Haley untuk berhenti. Ke depan, dia bisa saja menggunakan kesempatannya untuk menghasilkan uang dengan serius.

Pasalnya, sangat aneh bagi seorang politisi papan atas seperti Haley jika alasan keluar dari Pemerintahan Trump hanya karena ingin beristirahat dari aktivitas pelayanan publik setelah bertahun-tahun menjabat sebagai gubernur Carolina Selatan sebelum menjadi duta besar (dubes) untuk PBB.

Pengumuman mendadak Haley membuat semua orang di Washington bertanya, mengapa sekarang? Tetapi pertanyaan yang lebih relevan, paling tidak secara politis ialah mengapa tidak sekarang?

Pengunduran diri Haley secara luas diasumsikan Washington bahwa politisi perempuan itu ingin maju sebagai presiden di masa depan. Namun, Haley tampaknya perlu menginformasikan Trump di depan pers Gedung Putih bahwa dia tidak ingin maju pada pemilihan 2020.

Cerdik

Selama menjabat Dubes AS di PBB, Haley telah berhasil menghindari pertentangan dengan sang presiden sambil memperbaiki profilnya sendiri. Ini merupakan tindakan penyeimbangan cerdik yang di Pemerintahan Trump mungkin sulit untuk dipertahankan lebih lama lagi.

Dia pergi sebelum hubungannya dengan presiden 'membusuk'. Bandingkan dengan kepergian buruk dari mantan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dan mantan penasihat keamanan nasional HR McMaster, juga mantan pendukung Trump lainnya, seperti mantan Gubernur New Jersey Chris Christie atau mantan guru politiknya, Steve Bannon.

Haley menjadi wajah kebijakan Amerika First-nya Trump. Dia menciptakan reputasi sebagai elang dengan berhasil mengadopsi posisi konservatif ortodoks pada isu-isu seperti terkait dengan Rusia dan hak asasi manusia tanpa mengasingkan Trump.

Haley juga menambahkan pengalaman kebijakan luar negeri yang berharga untuk resumenya, yang sudah memiliki pengalaman eksekutif dalam enam tahun sebagai gubernur perempuan pertama Carolina Selatan.

Dengan kepergiannya sebelum kemungkinan krisis pemilihan tengah semester, ia menghindari ketidaksetiaan kepada sang presiden di tengah eksodus para pejabat senior.

"Dia membaca angin politik dengan sangat, sangat, sangat baik," kata anggota DPR dari Partai Republik Mark Sanford kepada CNN. (I-2)

BERITA TERKAIT