Instagram Hadirkan Fitur Khusus Lawan Perundungan


Penulis: Tesa Oktiana Surbakti - 10 October 2018, 16:45 WIB
 AFP PHOTO / Manan VATSYAYANA
AFP PHOTO / Manan VATSYAYANA

APLIKASI jejaring sosial Instagram menambahkan fitur khusus untuk menghalau perundungan siber. Fitur tersebut mengusung kecerdasan buatan yang disediakan jejaring sosial Facebook, dengan kemampuan memindai foto berkonten tidak layak atau kasar.

Langkah Instagram menyusul gebrakan Facebook yang memperketat kendali terhadap tindakan pelecehan maupun perundungan.

Hal itu dilakukan karena survei teranyar menunjukkan mayoritas korban kekerasan di ranah jejaring sosial beranggapan perusahan tidak memiliki kekuatan untuk melawan aksi yang meresahkan.

Pemimpin Instagram Adam Mosseri mengatakan fitur berbasis kecerdasan buatan digunakan untuk mendeteksi tanda yang mengarah pada perundungan.

Dari situ, fitur secara otomatis menandai konten yang akan ditinjau kembali oleh staf yang fokus mengawasi peredaran gambar dalam jejaring sosial.

"Terobosan ini membantu kami mengidentifikasi, sekaligus menghapus lebih banyak lagi aksi perundungan secara signifikan. Langkah ini sangat krusial, mengingat banyak korban perundungan yang terintimidasi namun tidak melapor," ujar Mosseri melalui pernyataan yang dimuat dalam blog.

Lebih lanjut Mosseri menjelaskan dibutuhkan waktu setidaknya beberapa minggu untuk mengalirkan fitur tersebut ke seluruh jaringan Instagram.

Di lain sisi, perusahaan juga memperluas fungsi filter komentar kasar atau mengintimidasi dalam fitur Live Stories.

Sebelumnya, fungsi filter menyasar pada kolom komentar unggahan foto atau video dalam feed Instagram.

Dengan semangat mendorong pengguna jejaring sosial bersikap lebih baik, Instagram turut menambahkan efek kamera yang dihiasi gambar hati kata kebaikan dalam berbagai bahasa.

"Perundungan di ranah jejaring sosial terbilang kompleks. Kami tahu memiliki banyak PR untuk membatasi aksi perundungan, dan lebih banyak menyebar kebaikan dalam Instagram," imbuh Mosseri.

Pekan lalu, Facebook mengumumkan penggunanya dapat menyembunyikan atau menghapus seluruh komentar atau tanggapan, ketimbang memilah satu per satu.

Sebagian besar remaja di Amerika Serikat (AS) diketahui telah menjadi korban pelecehan dan perundungan siber. Survei Pew Research Center mengungkapkan bentuk komentar kasar kerap diserukan sebagai nama panggilan.

Setidaknya 59% anak muda di 'Negeri Paman Sam' melaporkan kasus penyalahgunaan jejaring sosial, sedangkan 65% menilai persoalan tersebut sangat meresahkan bagi orang-orang seusia mereka.

Sebagian besar partisipan dalam survei memandang guru, perusahaan jejaring sosial, hingga politisi, kurang menaruh atensi terhadap kasus perundungan siber. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT