Chintami Jatuh Cinta dengan Batik Lasem


Penulis: Despian Nurhidayat - 09 October 2018, 18:00 WIB
MI/Mohamad Irfan
MI/Mohamad Irfan

LAMA tak terdengar kabarnya, Chintami Atmanagara kini tengah merambah dunia fesyen. Meski pemain baru di dunia fesyen, mantan penyanyi dan pemain film ini banyak belajar dari berbagai desainer termasuk Poppy Dharsono. Chintami mengakui saat ia masih aktif bernyanyi, ia kerap mengenakan baju desainnya dan dijahit sang ibu.

"Dulu, waktu saya masih nyanyi yang mendesain bajunya saya sendiri, yang menjahit adalah ibu saya. Jadi saya hanya mendapat sedikit sekali pengetahuan tentang baju dari ibu saya. Sebetulnya yang sekolah jahit sebetulnya kakak saya mbak Minati Atmanagara," ungkap perempuan yang memiliki satu anak tersebut saat dijumpai dalam acara Tribute to Batik Indonesia, Jumat (5/10).

Hobi di fesyen ternyata dijalaninya setelah memutuskan berhijab 6 tahun lalu. Perempuan berusia 56 tahun ini mengaku masih belajar kepada kakaknya dalam mendesain. Bahkan ia sering dikritik mengenai penyelesaian baju yang ia rancang.

Saat ini Chintami memiliki dua merek. Pertama, Chintami Atmanagara yang khusus menggunakan kain yang bukan berasal dari Indonesia. Kedua, Nagara by Chintami Atmanagara yang menggunakan kain lokal termasuk batik. Chintami juga mengaku menggunakan batik lasem khas rembang untuk mereknya.

"Saya dari dulu suka sekali dengan Batik dari Rembang. Pertama kali  sekitar 6 tahun lalu, ketika saya mendesain baju dengan Batik Lembang yang memiliki motif 3 negeri. Kalau enggak salah dulu itu warna-warna alam dan saya seneng banget dengan motif kainnya," ungkap Chintami.

Chintami juga mengaku senang perkembangan batik rembang yang saat ini sudah memiliki ragam warna. Keunikan dari batik ini membuatnya sangat menarik. "Sebetulnya kalau batik Lasem berdiri sendiri pun sudah sangat cantik, sangat klasik. Apalagi ada unsur-unsur Tionghoanya dibatik tersebut. Batik tulisnya pun sangat detil saya sangat mengaguminya. Terus terang sudah banyak sekali desainer-desainer yang menggunakan Batik Lasem ya," ungkap Chintami.

Sebagai seorang desainer, Chintami pun mengakui ia harus memutar otak untuk membuat sesuatu dari berbagai macam kain khususnya batik. Ia harus berpikir untuk menjadikan batik ini sebagai apa, dikombinasikan dengan apa, dan kesesuaian dengan masyarakat juga. (M-3)

BERITA TERKAIT