Yoga Tarian Jiwa


Penulis: Abdillah Marzuqi - 07 October 2018, 06:15 WIB
MI/BARRY FATHAHILLAH
MI/BARRY FATHAHILLAH

MULANYA memang sama dengan yoga pada umumnya, para peserta duduk bersila di atas selembar matras. Mereka berkonsentrasi sembari mengatur napas. Menarik dalam lalu melepasnya pelan. Memusatkan pikiran bersiap untuk melakukan gerakan yoga. Setelah sejenak berdiam, barulah mereka memulai gerakan pemanasan.

Dua guru yoga mengambil posisi di depan. Dua matras mereka berhadapan, tetapi tidak segaris. Ada sedikit sudut antara keduanya jika didekatkan, mirip seperti huruf V. Sampai pada kondisi itu, gampang ditebak itu adalah aktivitas yoga. Tidak terlalu banyak yang berbeda dengan yoga pada umumnya.

Bunyian musik mengalun sedang dengan irama yang sedikit lambat. Gerakan pemanasan mengikuti tempo musik. Begitulah Yoga Tarian Jiwa yang berlangsung di Martasya Yoga Shala, Bogor, Jumat (28/9).

Dari pemusatan pikiran, pemanasan dengan musik pelan, hingga masuk ke gerakan utama. Begitulah yang menjadi khas dan kekhususan Yoga Tarian Jiwa. Musik menjadi pemandu untuk melakukan gerakan yoga.

"Setelah centering di awal, memusatkan perhatian, kita mulai bergerak pemanasan dengan gerakan yang pelan dengan lagu yang pelan nanti kita tingkatkan lagi tingkatkan lagi sampai tujuannya memang untuk pemanasan. Sesudah panas baru kita masuk ke dalam siklus yang utama," terang salah satu guru Yoga Tarian Jiwa, Nastasya Afandi Dante, kepada Media Indonesia.

Yoga Tarian Jiwa memang terdengar unik. Yoga itu dipopulerkan Natasya yang akrab disapa Tasya dengan suaminya Martin Elianto.

"Yoga Tarian Jiwa ini disebut inside flow yoga dan cocok sekali kita bawa ke Indonesia, supaya Indonesia ini kan seneng yang baper-baper," terang Martin sembari menambahkan jika yoga itu cocok dengan orang yeng berperasaan dalam.

Yoga Tarian Jiwa termasuk dalam yoga evolusi. Yoga evolusi ialah yoga yang digabungkan dengan gaya lain dalam sebuah gerakan yoga. Gaya tersebut bisa berupa pilates, taichi, ataupun seni bela diri.

Yoga Tarian Jiwa ini berasal dari kata yoga dan tarian jiwa. Yoga berfokus pada penyatuan pikiran, tubuh, dan napas. Sementara itu, tarian jiwa karena sequence dalam yoga dibuat seperti menari. Unsur dalam irama dan lirik lagu digabungkan dengan gerakan yoga.

"Supaya lebih menyentuh jiwa kita pada saat bergerak. Jadi, bisa sambil dihayati, diresapi, sambil bergerak dengan gerakan yoga," tambah Tasya.

Mereka berdua sengaja membawa dari guru yoga di Jerman. Mereka lalu mengajarkan Yoga Tarian Jiwa di Indonesia sejak 2016.

Sampai menangis

Selain pertimbangan kedalaman perasaan yang disukai masyarakat Indonesia, Martin juga mengajukan pertimbangan lain, yakni masih banyak yang menganggap yoga sebagai domain agama tertentu.

"Kita melihat potensi karena yoga selama ini kebanyakan klasik, banyak mantra, banyak orang mengharamkan, jadi kami ingin meng-aproach sesuatu yang berbeda, dengan mengenal yoga bahwa yoga itu lebih universal sifatnya, tidak dimiliki oleh agama tertentu," tegas Martin.

Musik yang digunakan dalam Yoga Tarian Jiwa tidak terbatas. Lagu apa pun bisa dipakai untuk beryoga.

"Diiringi dengan musik, musik itu kan universal. Sekarang mendegarkan musik barat, Indonesia, dangdut, bisa kita pakai untuk beryoga," tambah Tasya.

Semua lagu memang memungkinkan untuk menjadi pengiring Yoga Tarian Jiwa. Yang paling penting, guru yoga harus bisa menerapkan lirik lagu tersebut ke dalam gerakan.

"Kita harus bisa menginterpretasi setiap lirik lagu menjadi gerakan yang berarti. Artinya, dapat menyentuh jiwa seseorang, connect gitu ya," jelas Martin

Siang itu lagu yang diputar ialah sebuah lagu berjudul Andai Engkau Datang Kembali. Lagu itu memang sengaja dipilih Martin sebagai pengingat kepada ayahnya yang meninggal pada bulan yang sama pada tahun lalu. Martin merasa bahwa ayahnya mempunyai jasa besar dalam kehidupannya. Kata-kata sang ayah 'kamu harus sukses' selalu menjadi tenaga pendorong dan penguat Martin untuk bekerja dan berkarya lebih giat.

"Kebetulan ayah saya tahun ini pas setahun meninggal, pas Oktober tahun lalu. Ketika saya mendengar lagu ini saya merasa cocok," ujar Martin.

Ternyata yang dirasakan Martin juga menjalar ke puluhan peserta yoga. Beberapa di antara mereka menitikkan air mata ketika Martin menjelaskan maksud lirik lagu tersebut.

"Lagu hari ini benar-benar bikin baper. Khususnya ketika Martin menerangkan tentang lirik lagu itu. Saya langsung teringat kepada ayah saya yang baru saja meninggal bulan Februari kemarin. Ketika melakukan gerakan itu saya sambil membayangkan ayah saya. Dan di situ saya benar-benar seperti menangis, tapi menagis lega. Jadi, saya merasa lebih nyaman dan lebih sehat," terang salah satu peserta Elly Palisungan.

Meski hari itu Yoga Tarian Jiwa dilaksanakan dengan lagu yang langsung ke hati, beberapa hari sebelumnya malah lagu Lagi Syantik yang dimaikan. Jadilah para peserta menjadi seperti lirik yang dikandung lagu tersebut. (M-2)

Kesan Peserta

Febi Nurilmala

"Kalau bedanya Yoga Tarian Jiwa dengan yang lain, kalau buat saya berbeda sekali. Selain dia bergerak, biasanya yoga itu kan bergerak bergerak dengan napas, tapi kalau di Yoga Tarian Jiwa kita bergerak dengan mendengarkan musik. Jadi, musiknya juga sebagai panduan kita untuk bergerak,"

Ayu Nobel

"Perbedaannya kalau di yoga klasik itu kita seperti hanya untuk bagian dalam, core-nya. Namun, di dalam yoga Tarian Jiwa lebih ke touching heart (menyentuh hati) karena kita ber-flow vinyasa mengikuti dengan alunan musik di mana setiap tema dalam Yoga Tarian Jiwa tersebut mempunyai makna tersendiri."

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT