KPK Geledah Pemkot Pasuruan


Penulis: Abdus Syukur - 06 October 2018, 13:50 WIB
MI/Abdus Syukur
MI/Abdus Syukur

SETELAH menetapkan Wali Kota Pasuruan, Setiyono, sebagai tersangka, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di tiga tempat, yakni Kantor Pemkot Pasuruan, Rumah Dinas Wali Kota serta rumah pribadi wali kota, Sabtu (6/10).

Saat penggeledahan di Pemkot Pasuruan, belasan petugas KPK begitu turun dari mobil langsung masuk ke kantor Pemkot Pasuruan. Mereka tiba dengan pengawalan ketat petugas polisi yang bersenjatakan laras panjang.

Para wartawan dihadang polisi dan dilarang mendekat. Wartawan diminta menjauh dari lokasi penggeledahan.

"Silahkan menjauh, penggeledahan ini tertutup," kata seorang petugas polisi bersenjata laras panjang.

Di lingkungan Kantor Pemkot Pasuruan ini, terdapat empat ruangan yang disegel KPK saat operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (4/10). Yakni, ruangan wali kota, ruang bagian layanan pengadaan (BLP), ruang staf ahli serta ruang Kepala Dinas PUPR.

Dari salah seorang staf di Pemkot Pasuruan yang dihubungi lewat telepon, petugas saat menggeledah ruang wali kota, harus menunggu lebih dulu. Karena ruangan terkunci dan kunci dibawa oleh sekretaris pribadinya.

"Kuncinya dibawa Sekpri Pak Wali Kota. Petugas KPK terpaksa menunggunya beberapa saat," ujar A Wujud, seorang staf.

Dari keterangan pihak kepolisian, petugas KPK yang melakukan penggeledahan sekitar 40 orang.

"Banyak, ada 40 orang. Tapi disebar di tiga tempat," ucap petugas polisi.

Ketiga tempat itu, selain Pemkot Pasuruan, ialah rumah dinas di Jl Panglima Sudirman Kota Pasuruan. Serta kediaman pribadi di Jl Margo Utomo, Kelurahan Puworejo yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari rumah dinas. (OL-3)

BERITA TERKAIT