KPK OTT Pejabat di Pemkot Pasuruan


Penulis: Abdus Syukur - 04 October 2018, 15:14 WIB
MI/Abdus Syukur
MI/Abdus Syukur

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT),di Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (4/10). 

Beberapa pejabat ditangkap, tapi baru satu pejabat yang diketahui, yakni Dwi Fitri Nur Cahyo, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang juga salah seorang staf ahli Wali Kota Pasuruan.

Sementara pejabat lainnya yang ditangkap, masih belum diketahui dengan jelas.Diketahuinya nama Dwi, berasal dari kesaksian sejumlah pegawai dilingkungan Dinas PUPR. Sebab, Dwi sempat digiring oleh empat orang menuju ke ruangannya dan selanjutnya baru ruangan kantor disegel.

Dwi datang ke kantornya sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, Dwi datang bersama empat orang berpakaian hitam putih dan memasuki ruangan kantornya. Selang beberapa lama kemudian, Dwi bersama empat orang itu keluar. Selanjutnya empat orang menyegel ruangan kantor Dwi dengan pita merah bertuliskan KPK.

"Awal datang tidak tahu kalau yang menemani Pak Dwi itu orang KPK. Tahunya setelah mereka menyegel ruangan dengan tulisan KPK itu. Malahan Pak Dwi sempat mendekati pintu ruangan yang disegel dan keluarkan bolpoin," ujar seorang staff di Dinas PUPR yang mengaku sempat diusir untuk menjauh oleh orang KPK.

Selain ruangan Kepala Dinas PUPR, tiga ruangan lain juga disegel, yakni ruangan Wali Kota Pasuruan, Ruang Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan ruang staf ahli.

"Memang ada empat ruangan yang disegel. Lain-lain saya tidak tahu," ujar Staff Protokoler, Wujud.

Sementara keberadaan Wali Kota Pasuruan, Setiyono, masih tidak diketahui keberadaannya. Ruang kerjanya terligat disegel, sedangkan rumah dinasnya juga tertutup.

Informasi berkembang, Setiyono ikut diciduk dalam OTT komisi antirasuah itu. Namun hingga saat ini belum diketahui diperiksa di mana.

"Tidak ada KPK di tempat kami. Barangkali diperiksa di Mapolda Jatim," kta Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Rizal Martomo. (OL-3)

BERITA TERKAIT