Bawaslu Ingatkan Bantuan Kemanusiaan Jangan Dipolitisasi


Penulis: Nurjiyanto - 03 October 2018, 12:55 WIB
MI/RAMDANI
MI/RAMDANI

KETUA Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan mengingatkan agar para peserta pemilu tidak mempolitisasi bantuan kemanusiaan di wilayah yang terkena bencana. Pasalnya, hal tersebut dapat dikategorikan politik uang yang secara regulasi dilarang untuk dilakukan.

Ia menuturkan, adanya bantuan kemanusiaan tersebut secara regulasi tidak dilarang namun harus memperhatikan unsur-unsur terkait larangan memberikan barang atau materi yang dibarengi ajakan untuk memilih.

"Agar sumbangan yang sifatnya kemanusiaan itu tidak kemudian berujung pada persoalan hukum, kan ada ketentuan money politic dilarang memberikan barang atau materi lainnya yang mengajak untuk memilih. Ini jangan sampai antara misi kemanusiaan tetapi nanti berkaitan dengan hukum," ujarnya saat ditemui di dalam acara Sosialisasi Pengaturan Kampanye di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (3/10).

Ia menuturkan yang menjadi catatan adalah setiap materi bantuan tidak boleh disisipi oleh logo atau citra peserta pemilu. Sementara terkait dengan aturan penggunaan logo peserta pemilu bagi pemberi bantuan saat ini masih tengah didiskusikan.

"Misalnya kalau barang dibagikan tidak ada simbol partai, Tapi yang bagikan pakai kaos partai, itu jadi masalah atau nggak kan. Nah itu yang sedang kami diskusikan," ungkapnya.

Terkait adanya bantuan di kawasan becana pihaknya menyerahkan hal tersebut kepada kesepakatan para peserta pemilu. Adapun mengenai opsi kesepakatan peserta pemilu untuk menghentikan kampanye di wilayah yang tengah terkena becana, pihaknya masih enggan berkomentar.

"Terkait bencana alam di Sulawesi Tengah jika ada bantuan dari parpol kami tidak melarang. Tapi ada batasan-batasan dan tidak boleh melanggar money politik. Ini bukan persoalan penghentian kampanye kan memang kampanye udah berjalan. (perlu ada hitam di atas putih dari peserta pemilu untuk hentikan kampanye) ya kita lihat saja nanti," ujarnya.

Sebelumnya, gempa dengan kekuatan 7,4 Skala Richter (SR) yang terpusat di kedalaman 10 kilometer pada 27 kilometer timur laut Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), terjadi pada Jumat (28/9), pukul 17.02 WIB atau 18.02 Wita. (OL-3)

BERITA TERKAIT