01 October 2018, 15:25 WIB

Serapan Anggaran Rendah, Sekda Panggil SKPD


Nicky Aulia Widadio | Megapolitan

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
 ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

SEKRETARIS Daerah DKI Jakarta Saefullah akan memanggil sejumlah Satuan Kerja Kepala Daerah (SKPD) yang angka penyerapan anggarannya masih rendah. Di antaranya ialah Dinas Sumber Daya Air, Dinas Perumahan, dan Dinas Bina Marga.

"Jadi saya besok mau panggil dulu. Cek dulu. Apa hambatannya. Jadi kita mau cek hambatannya apa. Bisa tidak dieksekusi, waktu mepet sekali. Tiga bulan lagi," ujar Saefullah di Balai Kota Jakarta, Senin (1/10).

Pada pemanggilan tersebut, Saefullah akan mengonfirmasi kendala dari rendahnya angka penyerapan anggaran. Namun dia yakin target penyerapan anggaran sebesar 87% akan tercapai di akhir tahun anggaran.

Sebab, menurut Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) jumlah proyek yang telah dilelang mencapai 72%. Dari lelang itu, angka penyerapan anggaran bisa meningkat ketika pembayaran di akhir tahun nanti.

"Artinya ini kan ada beberapa proyek yang belum dibayarkan itu. Sudah berjalan cuma waktunya belum dibayarkan. Ya nunggu administrasinya," tutur Saefullah.

Hingga awal Oktober ini, angka penyerapan anggaran Pemprov DKI baru mencapai 48,5% atau Rp34,5 triliun dari total alokasi dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) sebesar Rp71,1 triliun.

Sementara bila dirunut berdasarkan SKPD, Dinas Perumahan DKI baru menyerap 15,28% dari total alokasi anggaran mereka sebesar Rp3,17 triliun di APBD 2018. Untuk Dinas Sumber Daya Air baru menyerap 23,9% dari total alokasi mereka Rp4,54 triliun. Selain itu, Dinas Bina Marga baru mampu menyerap 36,9% dari total alokasi anggaran Rp3,36 triliun.

Sebelumnya, Pelaksana tugas Kepala Dinas Perumahan DKI Meli Budiastuti meyakini angka penyerapan anggaran biasanya baru melonjak di akhir tahun ketika pembayaran tagihan kepada kontraktor.

"Sekarang lelang. Nah penyerapan itu kan berdasarkan progresnya. Biasanya di akhir, kontraktor baru nagih," ujar Meli.

Namun untuk tahun ini, Meli mengakui tidak ada pembangunan proyek infrastruktur, melainkan hanya pemeliharaan rusun-rusun yang sudah ada. Ada total 11 rusun yang tahun ini direhabilitasi ringan dengan total nilai Rp132,4 miliar.(OL-6)

BERITA TERKAIT