Kereta Cepat Berhenti Beroperasi


Penulis: */Tes/Ant/I-3 - 17 September 2018, 01:40 WIB
AFP/Anthony WALLACE
AFP/Anthony WALLACE

SELURUH layanan kereta api cepat di wilayah selatan Tiongkok berhenti beroperasi sejak kemarin untuk menghindari dampak topan Mangkhut. China Railway Guangzhou Group Co (CRGG) dalam pernyataan pers mereka mengatakan sejak Sabtu (15/9) malam telah dikerahkan 10 ribu petugas di sepanjang rel di wilayah selatan Tiongkok untuk menghadapi kerusakan akibat topan dahsyat tersebut.

Dalam pernyataan CRGG seperti dikutip kantor berita Xinhua, mulai kemarin kereta api cepat di sekitar Pulau Hainan juga tidak melayani penumpang terhitung sejak pukul 16.00 waktu setempat atau pukul 15.00 WIB. Pemberangkatan beberapa rangkaian kereta tertunda karena badai dan petir yang mengiringi Mangkhut.

Badan Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok memperkirakan topan Mangkhut mendarat di Provinsi Guangdong (wilayah selatan) pada Minggu (16/9) sore hingga malam. Secara terpisah, Konsulat Jenderal Indonesia di Hong Kong mengimbau agar para pekerja Indonesia mewaspadai cuaca buruk akibat amukan badai tersebut.

Sebagai informasi, setiap Sabtu dan Minggu merupakan hari libur yang diberikan majikan kepada pekerja Indonesia di Hong Kong. Di negara itu diperkirakan jumlah tenaga kerja Indonesia mencapai 154 ribu orang yang sebagian besar perempuan bekerja di sektor informal.

Seperti diketahui, topan Mangkhut merupakan badai terkuat pada tahun ini. Sebelum menerjang wilayah Tiongkok, badai itu terlebih dahulu menghampiri Filipina pada Sabtu (15/9).

Sejauh ini badai dahsyat itu telah menewaskan sejumlah warga Filipina dan menghancurkan puluhan ribu rumah penduduk. Di wilayah utara, yakni Pulau Luzon, setidaknya empat juta orang harus mengungsi.

Selain itu, empat warga lainnya dilaporkan tewas. "Kemungkinan jumlah korban bisa bertambah. Kami masih memantau laporan," kata Kepala Departemen Pertahanan Nasional Ricardo Jalad.

Begitu badai Mangkhut meninggalkan kawasan kepulauan Asia Tenggara dan bergerak ke wilayah selatan Tiongkok, petugas penyelamat bergegas menyisir sejumlah daerah terpencil di Filipina.

Menurut petugas, kedatangan badai dahsyat tersebut menyebabkan kerusakan di sejumlah tempat. Berdasarkan sejumlah laporan yang diterima, kerusakan disebabkan longsor di daerah perbukitan, gelombang besar yang menerjang daratan, hingga rumah warga yang tergenang banjir.

Lebih dari 105 ribu orang di wilayah perdesaan meninggalkan kediaman mereka agar tidak terkena amukan badai.

Dalam peristiwa tanah longsor, dua orang perempuan dilaporkan tewas. Secara terpisah, seorang perempuan terseret banjir dan seorang penjaga keamanan tewas tertimpa dinding ambruk. Selain empat korban tewas di dataran Filipina, seorang perempuan di Taiwan dilaporkan tersapu ke lautan.

BERITA TERKAIT