Pindad Luncurkan Mesin Minyak Goreng


Penulis: Pra/E-2 - 16 September 2018, 23:45 WIB
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

PT Pindad bersama PT Rekayasa Engineering (RE), Sabtu (15/9), merilis filling machine anjungan minyak goreng higienis otomatis (AMH-O) di Kantor Pusat PT Pindad, Ban-dung, Jawa Barat.

Mesin tersebut merupakan alat yang dirancang untuk mengemas minyak goreng secara higienis dalam kemasan sederhana. Mesin itu juga akan mereduksi pemakaian kantong plastik dan mampu meningkatkan margin di tingkat pedagang eceran.

Direktur Utama Pindad Ab-raham Mose mengatakan upa-ya tersebut akan membantu pemerintah dalam menghasilkan minyak higienis dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

"AMH-O dibuat dalam rang-ka memenuhi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 9 Tahun 2016 yang mewajibkan peredaran minyak goreng curah diubah menjadi kantong kemasan sederhana. Sistem kerja AMH-O ialah menya-lurkan minyak goreng dalam jeriken ukuran 18 atau 25 liter ke kantong kemasan dalam beberapa takaran mulai 250, 500, sampai 1.000 mililiter," ujar Abraham di kantornya, di Bandung, Jawa Barat.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan menganjurkan kepada para produsen minyak goreng untuk menyisihkan sekitar 20% dari total produksi untuk dijual dalam kemasan sederhana dengan harga Rp11 ribu per liter.

Menteri Perdangan Enggartiasto Lukita yang hadir dalam acara peluncuran mesin tersebut meminta mesin pengemas minyak goreng higienis otomatis itu dapat dipasarkan hingga ke pedagang-pedagang warung di seluruh Indonesia.

Namun, ia melarang PT Pindad, yang berlaku sebagai produsen mesin, untuk memasarkan produk itu secara langsung. Proses distribusi harus dilakukan pihak swasta yang tentu sudah memiliki jaringan pasar yang lebih luas.

Wilmar sebagai salah satu produsen terbesar industri minyak goreng di Indonesia mendukung peluncuran mesin pengemas minyak go-reng itu. Direktur Teknik Wilmar Erik Tjia mengatakan pihaknya mengapresiasi kebijakan pemerintah untuk melakukan konversi dari minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan sederhana.

"Langkah konversi ini sangat penting untuk menjamin higienitas dan kualitas minyak goreng sehingga masyarakat Indonesia bisa mendapatkan akses untuk produk yang aman dan lebih terjamin untuk kesehatan mereka," ucap Erik.

Kehadiran mesin itu diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan minyak goreng yang lebih higienis dan membantu meningkatkan margin pedagang eceran.

BERITA TERKAIT