PKL Tanah Abang Diminta tidak Berdagang di Bawah Sky Bridge


Penulis: Haufan Hasyim Salengke - 16 September 2018, 14:40 WIB
MI/BARY FATHAHILAH
MI/BARY FATHAHILAH

DINAS Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) akan melakukan sosialisasi kepada para pedagang kaki lima (PKL) Jl Jatibaru Raya, Tanah Abang, yang berjualan di area konstruksi sky bridge.

Kepala Dinas KUMKM Irwandi meminta pedagang kaki lima (PKL) Jl Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk tidak berjualan di area bawah konstruksi sky bridge yang tengah dibangun.

Ia mengkhawatirkan proses pembangunan sky bridge Tanah Abang bisa terganggu oleh aktivitas jual-beli di sekitar proyek yang berjalan. Pemprov DKI menargetkan fasilitas untuk relokasi PKL Jl Jatibaru Raya itu selesai paling lambat 15 Oktober.

"Kami tidak melarang berdagang tapi meminta tidak di bawah konstrukisi sky bridge untuk menghindari kecelakaan kerja atau risiko pada masyarakat," ujarnya saat dihubungi, Minggu (16/9).

Untuk itu, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada para PKL antara Senin (16/9) atau Selasa (17/9). Kegiatan itu akan melibatkan Satpol PP, camat, hingga lurah terkait.

Dalam sosialisasi itu, Irwandi akan mencoba mengatur para PKL agar bisa berdagang secara bergantian. Mereka juga bisa mencari tempat sementara agar bisa tetap berdagang.

Ia mengaku ada sekitar 150 dari 372 PKL Jl Jatibaru Raya yang tidak bisa berdagang karena terimbas pembangunan sky bridge. Beberapa pedagang memilih untuk bergeser dari badan jalan ke area trotoar.

"Nanti kita akan atur mereka bagaimana caranya supaya tetap bisa berdagang. Bisa dengan sistem bergantian atau pola lain yang disepakati bersama-sama," terangnya.

Sky bridge atau jembatan penyebrangan multiguna (JMP) Tanah Abang dibangun di atas ruas Jl Jatibaru Raya sepanjang 386,4 meter dengan lebar 12,6 meter. Fasilitas itu nantinya akan terhubung dengan Blok G Pasar Tanah Abang dan Stasiun Tanah Abang. (OL-2)

BERITA TERKAIT