PDIP Nilai Usulan Debat Berbahasa Inggris Kontraproduktif


Penulis: Dheri Agriesta - 14 September 2018, 20:10 WIB
MI/Susanto
MI/Susanto

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) angkat bicara mengenai usulan debat berbahasa Inggris yang disampaikan Ketua DPP Partai Amanat Nasional Yandri Susanto. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai usulan itu kontraproduktif.

"Bagaimana mungkin semangat menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Kini direduksi sebagai sekadar keterampilan berbahasa asing? PDIP berpendapat bahwa usuan tim kampanye Prabowo-Sandi tersebut kontrapoduktif dengan semangat Sumpah Pemuda," kata Hasto dalam keterangan yang diterima, Jumat (14/9).

Hasto menilai tim kampanye dua pasangan calon seharusnya mengutamakan rasa cinta Tanah Air, sejarah kemerdekaan bangsa, dan kebanggaan jati diri bangsa. Tiga hal itu harus dijadikan prinsip dan tak boleh dikalahkan ambisi kekuasaan.

Apalagi, sejarah mencatat bagaimana perjuangan Indonesia meraih kemerdekaan. Indonesia, ucap Hasto, bisa bersatu karena semangat sumpah pemuda dan kebangkitan nasional.

Hasto pun curiga, usulan ini muncul karena tim kampanye Prabowo-Sandi menggunakan jasa konsultan politik asing.

"Apakah ini karena isu yang beredar bahwa Tim Kampanye Prabowo-Sandi di-back-up oleh konsultan asing?" papar Hasto.

Hasto menegaskan, debat capres dan cawapres yang digelar KPU merupakan acara formal dan kegiatan kenegaraan. Setiap acara formal wajib menggunakan bahasa Indonesia.

Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang  Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

"Jadi kita mempertanyakan usul yang jelas jauh dari memperkuat semangat kebangsaan di tengah era globalisasi saat ini," pungkas Hasto. (Medcom/OL-1)

 

BERITA TERKAIT