Pemerintah Tetap Fokus Jaga Perekonomian Jadi Lebih Baik


Penulis: Nur Aivanni - 14 September 2018, 19:55 WIB
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

PEMERINTAH tetap fokus untuk menjaga kondisi perekonomian menjadi lebih baik. Demikian ditegaskan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menjadi Keynote Speech dalam Seminar Nasional dengan tema "Peran Serta Dunia Usaha dalam membangun Sistem Perpajakan dan Moneter yang Adil, Transparan dan Akuntabel".

"Kami masih terus fokus untuk tetap menjaga perekonomian kita menjadi lebih baik," kata Sri Mulyani di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Jumat (14/9).

Jika pemerintah harus melakukan kebijakan-kebijakan yang sifatnya tidak biasa, katanya, pemerintah akan berusaha menjelaskan alasannya kepada publik, terutama pengusaha.

"Kami akan berusaha menjelaskan kenapa, dan bagaimana kita menjalankanya dan apa tujuannya, supaya bapak/ibu sekalian juga bisa mengantisipasi. Kita akan terus komunikasi," terangnya.

Menurut Sri Mulyani, dalam menjaga perekonomian Indonesia tetap berjalan stabil di tengah dinamika ekonomi global saat ini perlu upaya bersama yang dilakukan baik oleh pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat.

"Bagaimana kita bersikap untuk membuat agar perekonomian kita tetap berjalan dengan stabil, bisa mencapai kemajuan dan bisa menyelesaikan masalah-masalah struktural seperti kemiskinan, kesenjangan dan perbaikan kualitas sumber daya manusia," katanya.

Di sisi lain, ia pun menyampaikan bahwa pertumbuhan penerimaan perpajakan tahun ini hingga September sebesar 16,5%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2017 yang sebesar 9,5%. "Kami tidak bermaksud untuk membuat ekonomi mengkerut dengan memajaki atau mengumpulkan pajak secara membabi buta," tambahnya.

Sri Mulyani pun menyampaikan bahwa pemerintah tetap berupaya agar perpajakan di Indonesia bersifat adil, transparan dan akuntabel. "Walaupun kami mengumpulkan penerimaan negara banyak, kami juga belanja banyak, sampai dengan September ini kita sudah belanja Rp 1.300 triliun lebih, itu tumbuh sekitar 8,8% dari tahun lalu, tahun lalu pertumbuhan belanja Republik Indonesia hanya 5%," terangnya.

Kalaupun ada komplain mengenai masalah perpajakan, Sri Mulyani berharap pengusaha bisa menyampaikan hal tersebut kepada pihaknya. Pemerintah, sambungnya, berupaya agar dunia usaha bisa berdaya tahan.

"Kalau Anda (pengusaha) punya komplain, Anda dilakukan semena-mena oleh pajak dan bea cukai tolong sampaikan ke saya. Silakan Kadin atau Apindo mengorganisasi itu, saya akan meresponsnya. Kalau Anda diperas, direkam saja, nanti akan saya copot. Itu komitmen kami," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT