Bursa Naskah hingga Bertemu Maudy Ayunda di IIBF 2018


Penulis: Zubaedah Hanum - 14 September 2018, 08:05 WIB
MI/Sumaryanto Bronto
MI/Sumaryanto Bronto

TIDAK hanya penerbit yang mendapat fasilitas istimewa untuk bertukar hak cipta buku di ajang Indonesia International Book Fair (IIBF) 2018 . Para penulis dan calon penulis buku pun bisa memanfaatkan ajang pameran bertaraf internasional ini untuk unjuk diri dan menawarkan naskah mereka dalam program Bursa Naskah pada Sabtu (15/9).

Di Bursa Naskah, para editor dari 16 penerbit dalam negeri akan duduk menanti naskah-naskah buku dari masyarakat. Anda bisa datang dengan membawa naskah jadi yang siap cetak, atau berkonsultasi seputar naskah yang sedang dikerjakan ke penerbit. Grup penerbit seperti Gramedia dan Mizan termasuk di antara 16 penerbit yang ikut berpartisipasi dalam Bursa Naskah.

Di hari yang sama, pada Sabtu (15/9), IIBF juga akan menggelar Meet & Greet dengan  penulis-penulis ngehits saat ini, yakni Maudy Ayunda, Eka Kurniawan, Feni Rose, Maman Suherman dan Faza Meonk. Maudy Ayunda akan bercerita banyak seputar perjalanannya meraih cita-cita dan mimpinya. Aktris dan penyanyi idola anak muda ini dijadwalkan bertemu dengan para penggemar sambil menceritakan bukunya, #DearTomorrow, yang berisi catatan dan inspirasi khas milenial.

Pengunjung juga berkesempatan bertemu dan berinteraksi dengan Eka Kurniawan dalam talkshow "Ngobrolin Cinta Tak Ada Mati; Dari Buku ke Film”. Bincang-bincang ini menghadirkan tiga narasumber lain, yaitu sutradara Wregas Bhanuteja dan praktisi dari penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) serta Forum Jurnal Ruang.

Sementara untuk para pencipta konten kreatif, IIBF 2018 dan Bekraf menghadirkan bincang-bincang konten kreatif bersama kreator “Si Juki” Faza Meonk, komikus Jasmine H Surkatty, Wakil Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Ricky Joseph Pesik dan novelis Shienny MS.

Indonesia International Book Fair merupakan pusat kegiatan promosi, transaksi, diskusi, dan interaksi nasional maupun internasional bagi kalangan penerbit, penulis, pustakawan, aktivis literasi, seni, budaya, dan pendidikan, serta pelaku industri kreatif lainnya.

IIBF diadakan rutin setiap tahun oleh Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Pusat. Perhelatan besar ini diadakan pertama kali pada 1980 dengan nama Indonesia Book Fair (IBF). Pada 2014, Ikapi Pusat meningkatkan jangkauan IBF menjadi Indonesia International Book Fair (IIBF). (M-1)

BERITA TERKAIT