Jaga Batas Konsumsi Gula Harian


Penulis: Mut/S1-25 - 12 September 2018, 06:00 WIB
thinkstock
thinkstock

BANYAK orang penyuka makanan atau minuman mengandung gula. Konon, perpaduan antara rasa manis dan kebutuhan energi yang dapat dengan cepat terpenuhi dari kalori gula bisa menimbulkan rasa subjektif nyaman dan  bahagia.

Namun, efek positif tersebut bisa menimbulkan kecanduan ditandai dengan seseorang akan merasa kesulitan ketika harus mengurangi asupan gula. Padahal, di balik manisnya gula ada bahaya kesehatan yang mengintai bila dikonsumsi terlalu banyak. Seperti disebutkan dr Rio Aditya yang mengutip jurnal JAMA Internal Medicine (2014), yaitu konsumsi gula yang berlebih dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu, dapat meningkatkan pembentukan lemak di hati, produksi trigilesid, dan LDL.

“Ketiganya merupakan faktor utama terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah,” ujarnya dikutip dari klikdokter.com. Mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula juga berhubungan dengan peningkatan indeks massa tubuh (IMT) yang pada akhirnya berakibat obesitas. Selain itu, dapat menurunkan fungsi organ pankreas dan mengurangi produksi insulin yang berfungsi mengatur metabolisme gula.

“Alhasil, terjadilah penyakit diabetes, di mana kadar gula dalam darah menjadi tinggi,” imbuhnya. Akibat konsumsi gula berlebih juga bisa merusak lapisan gigi atau gigi berlubang. Bahkan, kulit pun akan lebih cepat menua jika terjadi akumulasi gula berlebih yang berdampak pada kerusakan kolagen dan elastin kulit.

Dengan rusaknya kedua komponen tersebut, ungkap Rio, kulit menjadi lebih kering, kusam, dan tidak kencang lagi alias kendur. Bahaya lain dari kelebihan gula, menurut studi yang dilansir American Journal of Public Health (2007) ialah bisa menyebabkan kemandulan.

“Kebiasaan mengonsumsi minuman ringan (soft drink) berpengaruh terhadap kualitas sperma. Laki-laki yang mengonsumsi soft drink berlebihan, cenderung memiliki kualitas sperma yang lebih rendah,” ucap Rio.

Perlu diketahui, sumber gula tidak hanya berasal dari gula itu sendiri. Contohnya, minuman ringan (soft drink) yang mengandung kadar gula tinggi serta berbagai makanan, seperti permen, roti, dan cokelat yang dapat dikonsumsi sebagai sumber energi bagi tubuh.

Di sisi lain, permen, cokelat, es krim, dan minuman kemasan merupakan beberapa sumber asupan gula yang umum dikonsumsi anak. Apabila berlebih bisa berisiko mengalami sugar rush atau kondisi yang ditandai hiperaktivitas dan penurunan pemusatan perhatian untuk durasi yang singkat.

“Karena itu, asupan produk-produk dengan komponen gula yang ditambahkan pemanis sebaiknya dibatasi. Sebagai pengganti, gula alami pada makanan, seperti susu, buahbuahan, dan madu,” kata dr Nitish Basant Adnani BMed Sc mengutip klikdokter.com.

Menentukan asupan gula yang baik memang gampang-gampang susah. Sangat disarankan untuk mencermati kandungan gula yang terdapat di dalam makanan atau minuman manis yang akan dikonsumsi.

“Terkadang, makanan dan minuman yang memiliki kandungan gula tinggi umumnya juga memiliki kandungan kalori tinggi dengan sedikit komponen bernutrisi lainnya,” ungkap Nitish.

WHO menyatakan bahwa tubuh hanya membutuhkan gula kurang dari 10% dari total asupan energi atau setara 50 gram gula per hari (jika kebutuhan energi harian 2.000 kalori per hari). Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menganjurkan konsumsi gula harian berdasarkan kelompok usia.

Usia tiga tahun sekira dua sampai lima sendok teh, usia empat sampai enam tahun antara dua sampai lima atau enam sendok teh, usia tujuh sampai 12 tahun, empat hingga delapan sendok teh. Sementara itu, lebih dari 13 tahun termasuk dewasa, lima sampai sembilan sendok teh (40 gram).


Nulife Sweetener

Membatasi asupan gula bukan berarti sama sekali tidak boleh mengonsumsi gula. Salah satu manfaat dari gula tebu alami kini tersedia dalam produk Nulife Sweetener yang dikeluarkan Kalbe. Nulife merupakan hasil formulasi gula rendah kalori dari gula tebu yang dapat menjadi solusi untuk pengganti gula.

Hasil penelitian menunjukkan, Nulife selain rendah kalori, juga tidak diserap tubuh karena akan dikeluarkan melalui urine dan keringat. Nulife Sweetener juga hanya memberikan rasa manis di lidah jadi sangat cocok untuk penyuka rasa manis.

Nulife Sweetener aman digunakan pada masakan karena rasanya tidak berubah saat di suhu tinggi. Harganya pun sangat terjangkau, yakni hanya Rp24 ribu per kemasan 50 sachet yang bisa dibeli di Kalbe Store dan di toko-toko sekitar Anda. Penggunaan satu sachet Nulife Sweetener setara dengan dua sendok teh gula.

BERITA TERKAIT