28 August 2018, 12:15 WIB

Indonesia Latih Insinyur Afghanistan


Andhika Prasetyo | Internasional

 ANTARA FOTO/Reno Esnir/
  ANTARA FOTO/Reno Esnir/
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di Jalan MT Haryono, Jakarta, Selasa (21/8). 

KEBERHASILAN Indonesia dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir membuahkan apresiasi dari berbagai negara di dunia.

Kemampuan dan pengalaman para insinyur Indonesia bahkan dinilai sudah cukup memadai untuk dibagikan dengan negara lain, salah satunya Afghanistan.

Hal itu ditandai dengan diselenggarakannya Workshop on Infrastructure Development for Afghanistan: Sharing The Best Practices To Achieve Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan hasil kerja sama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) bersama Kementerian Luar Negeri itu bertujuan  meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Afghanistan di sektor infrastruktur.

Sebanyak sembilan insinyur asal Afghanistan yang juga pejabat tingkat menengah setara direktur dan kepala dinas menjadi peserta pelatihan yang dihelat pada 27-31 Agustus 2018 di Jakarta itu.

Pada pelatihan itu, Indonesia akan berbagi pengalaman dan metode dalam pembangunan infrastruktur khususnya di bidang jalan, mulai dari kebijakan, manajemen konstruksi, skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dalam pembangunan jalan dan penyusunan studi kelayakan jalan tol.

Narasumber adalah para ahli yang berasal dari Kementerian PU-Pera, Komite Percepatan Penyediaan infrastruktur Prioritas (KPPIP), dan BUMN Karya. PT Waskita Karya berbagi pengalaman mengenai proses pembangunan Jembatan Kalikuto dan PT Wika Beton akan menjelaskan teknologi konstruksi dan pengaspalan jalan.

Tidak hanya mendapatkan materi, para peserta juga akan melakukan kunjungan lapangan ke proyek konstruksi jalan tol.

Direktur Kerja Sama Teknik, Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Mohammad Syarif Alatas mengatakan kegiatan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Afghanistan pada 29 Januari 2018 yang menunjukan bahwa Indonesia memiliki komitmen kuat dalam membantu pembangunan di Afghanistan.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dan partisipasi aktif Indonesia mempromosikan kerja sama teknik dalam rangka Kerja sama Selatan-Selatan dan sebagai sesama negara berkembang, ini merupakan upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Kerja sama Indonesia dan Afghanistan diharapkan terus meningkat di masa mendatang dengan bidang yang lebih luas seperti pertanian, pendidikan, perdagangan, dan sektor konstruksi," ujar Syarif melalui keterangan resmi, Selasa (28/8).

Ajmal Wahidi, salah seorang peserta asal Afghanistan berterima kasih kepada pemerintah Indonesia atas diselenggarakannya pelatihan infrastruktur tersebut.

Menurutnya kemampuan dalam membangun dan memelihara infrastruktur khususnya jalan sangat dibutuhkan guna meningkatkan perekonomian di Afghanistan.

Selain Afghanistan, Kementerian PU-Pera juga pernah memberikan pelatihan konstruksi kepada negara Timor Leste dan Palestina. (OL-2)

BERITA TERKAIT