Banjir Manila, 54 Ribu Warga Dievakuasi


Penulis: Willy Haryono - 13 August 2018, 08:49 WIB
AFP/NOEL CELIS
AFP/NOEL CELIS

LEBIH dari 54 ribu orang dievakuasi ke tempat yang lebih aman di Manila dan beberapa provinsi lainnya di Filipina, setelah hujan deras memicu terjadinya banjir, Minggu (12/8).

Banjir kali ini mengingatkan warga Filipina terhadap Topan Ketsana, yang menewaskan ratusan orang di Metro Manila pada 2009.

Kota Marikina mengimplementasikan evakuasi terhadap 21 ribu orang setelah salah satu sungainya meluap ke level berbahaya. Sementara di Provinsi Rizal, 19 ribu orang dievakuasi ke tempat aman.

"Ketinggian air terus meningkat," ujar Wali Kota Marikina, Marcelino Teodoro, kepada radio DZBB.

Seperti dikutip The Straits Times, Kepolisian Filipina menyebut lebih dari 9.000 orang dievakuasi di Quezon City, Valenzuela, Manila, Malabon, dan Pasig.

Air di beberapa wilayah meluap hingga ke ketinggian sekitar 70 centimeter, yang membuat jalan raya tidak dapat dilalui kendaraan. Pintu air di beberapa waduk terpaksa dibuka karena sudah meluap.

Jasa transportasi kereta api dihentikan dan sejumlah sekolah di Manila ditutup. Di Provinsi Cavite dekat Manila, sebuah jembatan yang digunakan sebagai jalan pintas menuju area wisata roboh.

Filipina, salah satu negara rentan dilanda bencana alam, didatangi sekitar 20 siklon pada setiap tahunnya.

Pada September 2009, Ketsana menjatuhkan hujan deras berkapasitas satu bulan dalam waktu satu hari di Manila. Karena curahan air terlalu besar, banjir masif pun tak terhindarkan.

Lebih dari 4,9 juta warga Filipina terkena imbas Ketsana, badai yang menewaskan sedikitnya 462 orang dan menimbulkan kerugian hingga 11 miliar peso. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT