Menag Emoh Tambah Kuota Haji jika Berakhir Petaka


Penulis: Ade Alawi - 13 August 2018, 06:53 WIB
MI/Ade Alawi
MI/Ade Alawi

KEINGINAN masyarakat Indonesia, terutama para calon jemaah haji, agar Pemerintah memperjuangkan penambahan kuota ke Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan keinginan penambahan kuota dengan tujuan mengurangi antrian calon jemaah haji bisa dipahami dengan baik. Namun, bila tidak diimbangi peningkatan kapasitas di kawasan Mina, hal itu akan menjadi petaka.

"Penambahan kuota berdampak pada daya tampung. Kalau tidak diimbangi dengan (penambahan) infrastruktur akan berakhir dengan tragedi kemanusiaan yang luar biasa. Tahun lalu, jemaah haji kita itu menumpuk di tenda-tenda (di Mina),  karena keterbatasan space (ruangan)," kata Menag seusai rapat koordinasi penyelenggaraan ibadah haji 1439H/2018M antara Delegasi Amirul Haj dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebril di gedung baru Kantor Urusan Haji Daerah Kerja Mekah di kawasan Sysyah, Mekah, Arab Saudi, Minggu (12/8).

Menurut Menag, penambahan kuota haji itu harus dengan syarat Pemerintah Arab Saudi bisa menambah daya tampung di Mina.

"Titik krusial dari penyelenggaraan haji ada di Mina, karena Mina juga secara syar'i tidak bisa diperluas. Jadi ada ketentuan bahwa berdiam harus di wilayah Mina bukan luar Mina," tandas Menag.

Di tempat yang sama, Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebril mengatakan pihaknya mengusulkan penambahan kuota kepada Pemerintah Arab Arab Saudi pada musim haji tahun depan.

"Sebagai Dubes yang ada di Saudi, kami melakukan upaya diplomasi haji dengan Pemerintah Arab Saudi untuk tahun depan kuota haji naik 250 ribu dengan sejumlah perbaikan seperti yang disampaikan Pak menteri. Ada tiga opsi di Mina, salah satunya adalah tenda bertingkat," kata Agus Maftuh.

Saat ini, kuota jemaah haji Indonesia sebesar 221 ribu. Rinciannya, 204 ribu jemaah haji reguler dan 17 jemaah haji khusus. (OL-2)

BERITA TERKAIT