Masih Ada Korban di Antara Reruntuhan


Penulis: Yusuf Riaman - 13 August 2018, 01:50 WIB
img
ANTARA

SETELAH satu minggu terjadi, penanganan dampak gempa bumi Lombok masih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar warga di pengungsian. Petugas dan relawan juga masih mencari dan mengevakuasi korban yang diduga masih tertimbun oleh reruntuhan bangunan.

"Perpanjangan status dan masa tanggap darurat yang ditetapkan Gubernur Nusa Tenggara Barat, pada 12-25 Agustus, harus dilakukan karena sebaran dampak gempa sangat luas dan masif. Dengan penambahan waktu ini, tim juga akan terus mencari dan menyelamatkan korban," papar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTB, Muhammad Rum, kemarin.

Pencarian korban, lanjutnya, dilakukan dengan membersihkan puing-puing bangunan yang roboh. Dengan mengangkat semua puing, akan diketahui masih ada korban yang tertimbun atau tidak.

Sampai kemarin, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menyatakan jumlah korban tewas yang sudah dievakuasi mencapai 392 orang. Korban terbanyak berada di Kabupaten Lombok Utara, sebanyak 339 orang, Lombok Barat 30 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Timur 10 orang, Lombok Tengah 2 orang dan Kota Lombok 2 orang.

"Sebagian besar korban meninggal akibat tertumpa reruntuhan bangunan yang roboh," paparnya.

Sementara itu, korban luka-luka mencapai 1.353 orang, 783 orang di antaranya luka berat. Gempa juga menyebabkan 67.875 rumah, 606 sekolah, 6 jembatan, 3 rumah sakit, 10 puskesmas, 15 masjid, 50 musala, dan 20 perkantoran rusak.

Sampai saat ini gempa susulan masih sering terjadi. Sutopo mencatat sejak gempa pertama terjadi pada 12 Agustus lalu, jumlah gempa susulan mencapai 576 kali. "Diperkirakan, gempa susulan ini masih akan terjadi hingga empat minggu ke depan," tambahnya.

Di Kota Mataram, dua hari terakhir, sejumlah toko, swalayan, dan restoran sudah mulai beroperasi. Namun, beberapa di antaranya tutup lebih awal.

 

Bantuan mengalir

Derita para korban gempa sedikit demi sedikit terobati dengan mengalirnya simpati, doa, dan bantuan untuk mereka. Dompet Kemanusiaan Media Group, misalnya, setiap hari terus memasok sembako, selimut, dan tenda bagi pengungsi.

Ketua Yayasan Dompet Kemanusiaan Media Group, Ali Sadikin, berjanji pihaknya masih akan terus bergerak membantu korban gempa bumi di Lombok. "Paket bantuan yang kami angkut dengan sejumlah truk terus memasok kebutuhan korban hingga beberapa hari ke depan."

Di Palembang, Sumatra Selatan, Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Didi Suhardi mengungkapkan Kemendikbud akan menyiapkan bantuan untuk gempa Lombok dengan total nilai Rp200 miliar. "Selain berasal dari sumbangan beberapa lembaga yang berada di bawah kementerian, para pegawai juga iuran dan patungan menyumbang."

Penggalangan dana juga dilakukan Jogja Flying Club dengan menggelar kegiatan Charity Fly for Lombok. "Kegiatan penggalangan dana akan melibatkan 12 pesawat berbagai jenis. Ini merupakan yang pertama di Indonesia," ujar ketua panitia penyelenggara, Lulut Wahyudi.

Dalam kegiatan itu, warga yang diajak terbang akan memberikan sumbangan minimal Rp2 juta per orang. "Mereka akan dibawa terbang melihat keindahan Yogyakarta dari udara," lanjut Lulut.
(DW/AU/MR/N-2)

BERITA TERKAIT