BNPB: Tidak Benar bakal Ada Gempa Susulan 7,5 SR di Lombok


Penulis: Antara - 12 August 2018, 18:40 WIB
img
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho---MI/Putri Yuliani

KEPALA Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meminta masyarakat mengabaikan hoaks mengenai gempa susulan berkekuatan 7,5 skala Richter (SR) yang dikabarkan bakal terjadi malam ini.

"Di Lombok masih banyak beredar hoaks atau informasi menyesatkan di sosial media. Isinya bahwa nanti malam pukul 22.30 Wita hingga 23.59 Wita diperkirakan akan terjadi gempa susulan berkekuatan 7,5 SR dan diharapkan tidak berada di dalam rumah," kata Sutopo dalam pernyataan tertulis, Minggu (12/8).

"Itu semua hoaks, tidak benar. Ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia saat ini belum bisa memprediksi gempa secara pasti, di mana, kapan, berapa besar gempanya. Abaikan dan jangan ikut-ikutan menyebarkan," tegas Sutopo.

Ada juga hoaks yang disebarkan dengan mencantumkan foto dan nama Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB berisi ramalan orang Belanda yang memperingatkan akan ada gempa besar.

"Jika masyarakat menerima informasi dalam bentuk apa pun mengenai akan terjadi gempa dengan menyebutkan waktu, kekuatan, lokasi, itu tidak benar," ungkap Sutopo.

Setelah diguncang gempa 6,4 SR pada 29 Juli, wilayah Lombok kembali diguncang gempa 7 SR pada 5 Agustus, yang disertai dengan gempa-gempa susulan.

Bencana gempa bumi di wilayah itu hingga 12 Agustus menurut BNPB telah menyebabkan 392 orang meninggal dunia dengan rincian di Kabupaten Lombok Utara 339 orang, Lombok Barat 30 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Timur 10 orang, Lombok Tengah dua orang dan Kota Lombok dua orang. Sebagian besar korban meninggal karena tertimpa bangunan roboh saat gempa.

Sementara jumlah korban yang terluka tercatat 1.353 orang, paling banyak di Lombok Utara (640 orang).

Dan jumlah warga yang mengungsi 387.067 orang, yang tersebar di Kabupaten Lombok (198.846 orang), Lombok Barat (91.372 orang), Kota Mataram (20.343 orang), dan Lombok Timur (76.506 orang). (OL-1)

BERITA TERKAIT