Tingkatkan Literasi dengan Kata Kerja


Penulis: Sumaryanto Bronto - 11 August 2018, 05:40 WIB
MI/SUMARYANTO BRONTO
MI/SUMARYANTO BRONTO

DEMIKIAN sepotong puisi cinta Rangga dalam film Ada Apa dengan Cinta 2 yang ditulis oleh penulis, penyair, dan pustakawan asal Kota Makassar, M Aan Mansyur. Potongan puisi tersebut diambil dari bukunya, Tidak Ada New York Hari Ini.

Kata-kata sederhana dengan penggalan yang tidak biasa itu yang membuat puisi-puisi karya M Aan Mansyur menarik. Penyair kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 14 Januari 1982, telah menerbitkan belasan buku puisi. Cinta Aan pada puisi mulai tumbuh kala membaca buku berjudul Simfoni Dua, karya penyair Subagio Sastrowardoyo.

Saat itu, ia masih duduk di bangku Madrasah Sanawiah Negeri 400 Watampone. Sajak berjudul Dan Kematian Makin Akrab milik eyang Dian Sastrowardoyo itu menyadarkan Aan bahwa ternyata segala sesuatu yang dialami manusia dapat dituangkan ke dalam tulisan-tulisan yang indah dan menarik untuk dibaca serta didengar.

"Saya lahir di kampung kecil di mana saya tak bisa mengakses buku bacaan, kecuali di perpustakaan kakek saya yang isinya tidak seberapa. Saya marah dan membawa kemarahan itu sampai sekarang, saya selalu ingin masuk sekolah berperpustakaan bagus. Namun, di kabupaten tempat saya menghabiskan masa kecil, perkara semacam itu sama dengan urusan mencari toko permen di tengah hutan," ujarnya.

Sejak duduk di bangku sekolah, Aan memang gemar membaca. Setamat SMA, ia tidak langsung melanjutkan ke perguruan tinggi. Selama satu tahun ia habiskan untuk membaca.

"Tamat SMA, pada 1997, saya tidak lanjut kuliah dan berangkat ke Makassar hanya demi menghabiskan satu tahun usia saya dengan membaca buku dan menjadi anggota di semua perpustakaan yang mengizinkan saya" ujar Aan yang menargetkan dalam satu hari membaca satu buku. Jika terlewat, di hari selanjutnya ia akan membaca dua buku.

Saat kuliah, seorang temannya mengadakan penelitian tentang minat baca di kalangan mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin (Unhas). Dari hasil penelitian itu terungkap minat baca di kalangan mahasiswa rendah.

Berkaca pada itu Aan dan teman-temannya membentuk komunitas Inninawa pada 1999. Selain berdiskusi, anggota komunitas ini mengumpulkan buku koleksi mereka untuk dibawa ke kampus dan dipinjamkan secara gratis.

Komunitas Inninawa terus berkembang hingga kini dengan beragam kegiatan, di antaranya sekolah petani payo-payo, penerbitan Inninawa, dan komunitas Kata Kerja juga merupakan bagian dari komunitas Inninawa. Namun, setiap organisasi yang berada di bawah komunitas Inninawa masing-masing punya kepengurusan sendiri-sendiri. Setiap anggota di komunitas Inninawa didorong untuk kreatif dan setiap anggota saling mendukung.

Kafe baca
Pada 2004, Aan mendirikan Kafe Baca Biblioholic. Sayangnya kafe tersebut harus berhenti beroperasi pada 2011.

"Dua tahun lalu, bersama sahabat-sahabat yang lain kami kembali membangun perpustakaan komunitas di mana sekarang saya tinggal dan bekerja sebagai salah satu pustakawan. Namany: Kata Kerja" ujar Aan,

Aan merupakan pendiri komunitas Kata Kerja Makassar. Nama 'Kata Kerja' diambil dari salah satu puisi Aan.

Di tempat ini ada kelas kreatif untuk mengasah kreativitas dengan berbagai kegiatan, di antaranya penulisan, kursus bahasa Inggris, penyiaran radio, musik, workshop pembuatan film, melukis, dan pembuatan kerajinan tangan dengan memanfaatkan barang-barang bekas. Semua yang ingin mengikuti kelas kreatif dapat diikuti secara gratis. Sementara itu, perpustakaan dapat diakses dengan menyerahkan dua buah buku.

Hingga kini, perpustakaan ini memiliki 200 anggota. Setiap hari selalu ada orang yang berkunjung ke Kata Kerja. Bukan semata mereka yang berasal dari Makassar, melainkan juga dari berbagai tempat di Indonesia.

"Bahkan, ada beberapa orang meminta Kata Kerja membuka di kota lain, seperti di Surabaya, Yogyakarta, dan Medan," ungkap Aan.

Program Kata Kerja yang lain ialah membawa buku ke sekolah-sekolah dan kampus-kampus di Makassar. Perpustakaan ini juga melayani peminjaman buku dari masyarakat sesuai dengan permintaan dalam jumlah yang banyak. Kata Kerja juga berencana menempatkan buku-buku di sejumlah warga. Kata Kerja melihat perpustakaan sebagai sarana bertemu dan berinteraksi antarwarga dan dari pertemuan tersebut tercetus ide-ide kreatif.

Sebagai sarana peningkatan minat baca, Kata Kerja membentuk kelompok musik yang diberi nama Ruang Baca. Dua personel Ruang Baca Saleh Hariwibowo (Ale) dan Viny Mamonto (Viny) merupakan anggota komunitas Kata Kerja yang sering tampil di berbagai kegiatan literasi. Tidak sebatas Makassar, mereka juga sampai Bali dan seluruh Sulawesi.

Sementara itu, untuk dana operasional, Kata Kerja didapatkan dari komunitas Inninawa. Di samping itu mereka menjual buku, cenderamata, dan kopi.

(M-3)

BERITA TERKAIT